Kronologi penangkapan soal perizinan lahan di Sentul

Selasa, 16 April 2013 - 23:58 WIB
Kronologi penangkapan...
Kronologi penangkapan soal perizinan lahan di Sentul
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, sampai saat ini mereka masih terus melakukan perkembangan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang mereka lakukan di daerah Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, KPK masih mencari pihak-pihak lain yang diduga berkaitan dalam suap yang nilainya dikabarkan mencapai Rp1 miliar tersebut.

"Ini masih dikembangkan. Mohon bersabar, karena kami mempunyai waktu 1X24 jam, baru besok kita sampaikan secara detail," kata Johan dalam keterangan persnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/4/2013).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, dari sumber, suap yang dilakukan oleh S (Sentot) yang diduga adalah Direktur PT Gerindo Perkasa itu akan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui U (Usep).

Pemberian uang itu sendiri dikabarkan adalah untuk pengurusan lahan makam mewah di daerah kecamatan Tanjung Sari, Bogor, Jawa Barat.

Masih menurut sumber, kronologi penangkapan itu sudah dipantau sejak pukul 11.00 WIB pagi tadi. Sentot bersama rekannya di PT GP, Nana pun mengambil sejumlah uang yang dikabarkan mencapai Rp1 miliar.

Kemudian, Sentot pun menghubungi Usep untuk bertemu di suatu tempat dan menyerahkan uang pengurusan lahan itu.

Kemudian, mereka memilih rest area sentul sebagai tempat pertemuan mereka melakukan transaksi. Usep mengajak W (Willy) untuk mendampinginya melakukan transaksi. Willy ini sendiri dikabarkan adalah makelar yang mempunyai hubungan dengan DPRD Bogor.

Saat di rest area sendiri, pertemuan kemudian hanya dihadiri oleh Sentot, Usep dan juga Nana di sebuah restoran di rest area. Sedangkan Willy yang berangkat bersama Usep hanya tinggal di dalam mobil.

Transaksi diawali dengan acara makan bersama hingga kemudian akhirnya penyerahan uang dilakukan ketiga orang itu di dalam mobil Sentot bersama dengan Usep dan juga Nana. Usai penyerahan, para terduga pun kemudian lantas segera diciduk petugas KPK.

Masih berdasarkan informasi, dalam penangkapan itu sendiri Willy sempat melakukan perlawanan karena merasa tidak terlibat dalam proses penyerahan uang itu.

Tak berselang lama, penyidik kemudian menciduk Iman yang diduga ikut berkaitan dalam kasus itu. Namun, belum diketahui pasti dimana Iman ditangkap saat itu.

Sementara itu, dari hasil penangkapan penyidik berhasil mengamankan uang sejumlah Rp800 juta. Padahal, Sentot sendiri sudah sempat mengambil uang sebesar Rp1 miliar yang rencanaya akan diberikan kepada Usep.
(mhd)
Berita Terkait
Puji Firli dkk Tangkap...
Puji Firli dkk Tangkap 8 Kepala Daerah Sepanjang 2022, Pengamat: Bakal Lebih Kencang Jelang Pemilu
Soal Integritas KPK
Soal Integritas KPK
Kinerja KPK Mundur?
Kinerja KPK Mundur?
SENGKARUT KASUS BLBI
SENGKARUT KASUS BLBI
Menimbang Remunerasi...
Menimbang Remunerasi dan Kinerja KPK
Menko Luhut Kritik OTT...
Menko Luhut Kritik OTT KPK, Begini Faktanya
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved