Denny akui pungli terjadi di Imigrasi dan Lapas

Jum'at, 12 April 2013 - 22:08 WIB
Denny akui pungli terjadi...
Denny akui pungli terjadi di Imigrasi dan Lapas
A A A
Sindonew.com - Wakil Menteri Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkum HAM) Denny Indrayana mengakui aksi pungutan liar (pungli) masih kerap terjadi di sektor imigrasi dan lembaga pemasyarakatan (LP).

Hal itu dikatakannya dihadapan puluhan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan pegawai lingkup Kemenkum HAM Sulawesi Selatan (Sulsel), di Makassar.

"Pungli, memang masih terjadi. Saya banyak dapat mention twitter soal pungli ini. Akan tetapi hal tersebut terus berupaya dikurangi, terus diperangi," ujarnya saat penutupan pembekalan CPNS dilingkup Kemenkum HAM Sulsel di Makassar, Jumat (12/4/2013).

Gerakan anti pungli dilingkup Kemenkum HAM menjadi tema utama penyampaian Denny. Gerakan anti pungli itu ditegaskan sudah dimulai dalam proses penerimaan CPNS dilingkup Kemenkum HAM, dimana dalam proses seleksi tersebut penilaian diawasi oleh pihak internal dan ekseternal yang terdiri dari mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarkat (LSM) yang diwakili oleh Indonesian Corruption Watch (ICW).

"Melalui tes CPNS ini kami di Kemenkum HAM bisa membuktikan kalau disini tidak ada pungli, bebas titipan. Dibuktikan kalau korupsi atau pungli bisa di hapuskan. Memang masih ada laporan, ada yang mau main-main tetapi oknum yang mau bermain tersebut sudah diproses untuk dipecat," ungkapnya.

Denny berkali-kali menekankan kepada CPNS untuk menjaga integritas. Denny menuturkan kalau alokasi anggaran untuk Kemenkum dan HAM tahun 2013 mengalami penurunan dari total Rp7 triliun lebih, mengalami penurunan sekira 30 persen menjadi hanya Rp4,9 triliun. Dimana, sekira Rp3,3 triliun dihabiskan untuk gaji PNS dilingkup Kemenkum HAM. Dengan demikian hanya sekira Rp 900 miliar untuk membiayai kegiatan di seluruh Indonesia.

"Kalau dibagi alokasi per provinsi hanya sekitar Rp20 miliaran, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk kegiatan. Tetapi ini bukan alasan bagi jajaran Kemenkum HAM untuk membenarkan terjadinya pungli," jelas mantan juru bicara Presiden tersebut.
(rsa)
Berita Terkait
Pasca Kasus Pungli,...
Pasca Kasus Pungli, JICT Evaluasi Vendor MTI
Butuh Komitmen Semua...
Butuh Komitmen Semua Pihak untuk Memberantas Pungli di Jakarta
Jadi Tim Ahli Satgas...
Jadi Tim Ahli Satgas Saber Pungli, Feri Amsari Bilang Begini
Ombudsman Sumut Minta...
Ombudsman Sumut Minta Hentikan Adanya Pungli di Sekolah Lingkungan Kemenag
Warga Harap Oknum Lurah...
Warga Harap Oknum Lurah Terlibat Kasus Pungli Segera Divonis
Diduga Lakukan Pungli...
Diduga Lakukan Pungli PPDB hingga Rp40 Juta, Tim Saber Amankan Kepsek SMKN 5 Bandung
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved