Boediono ibarat buah simalakama soal panggilan Timwas Century
Jum'at, 12 April 2013 - 07:59 WIB
Boediono ibarat buah simalakama soal panggilan Timwas Century
A
A
A
Sindonews.com - Tim Pengawas (Timwas) Century DPR segera memanggil Wakil Presiden (Wapres) Boediono untuk dimintai keterangannya soal kebenaran surat kuasa pemberian kredit Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP), yang ditandatanganinya ketika masih menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI).
Kendati demikian, belum diketahui kapan pemanggilan itu dilakukan. Apakah Boediono juga akan menghadiri pemanggilan tersebut?
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi mengatakan, Boediono akan mengalami dilema. Karena, apapun sikap yang diambil oleh mantan Gubernur BI itu akan serba salah. Walaupun begitu, Wapres harus tetap hadir untuk menunjukkan rasa menghormati lembaga negara.
"Saya kira, ini dilema buat Pak Boediono karena ini seperti buah simalakama. Enggak datang pahit, dan kalau datang juga pahit juga. Seharusnya Pak Boediono harus datanglah ke Timwas Centruy," kata Uchok kepada Sindonews, Jumat (12/4/2013).
Dia menambahkan, kedatangan Boediono itu akan sangat bermanfaat untuk memecahkan kasus Century, serta menjelaskan keabsahan surat kuasa pemberian kredit Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) yang ditandatanganinya kepada tiga pejabat BI lainnya.
"Untuk klarfikasi beberapa data dan dokumen yang ada pada tangan Timwas Centruy. Kalau enggak datang, imej ke publik jadi jelek. Ini tidak bagus secara pribadi. Dan yang pasti disalahkan SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) lagi, bahwa SBY salah pilih wakil dia (Boediono)," pungkasnya.
Sebelumnya, anggota Timwas Bank Century DPR Bambang Soesatyo mengatakan, pada masa sidang yang akan datang, pihaknya segara melakukan pemanggilan terhadap Wapres.
"Jadi, tidak tertutup kemungkinan timwas akan memanggil kembali Boediono untuk meminta penjelasan pada masa sidang mendatang," tukas pria akrab disapa Bamsoet ini melalui pesan singkat, Rabu 10 April 2013 lalu.
Menurutnya, dalam surat kuasa itu jelas-jelas Boediono membubuhkan tanda tangan dan memberikan kuasanya kepada tiga orang bawahannya di BI.
Kendati demikian, belum diketahui kapan pemanggilan itu dilakukan. Apakah Boediono juga akan menghadiri pemanggilan tersebut?
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi mengatakan, Boediono akan mengalami dilema. Karena, apapun sikap yang diambil oleh mantan Gubernur BI itu akan serba salah. Walaupun begitu, Wapres harus tetap hadir untuk menunjukkan rasa menghormati lembaga negara.
"Saya kira, ini dilema buat Pak Boediono karena ini seperti buah simalakama. Enggak datang pahit, dan kalau datang juga pahit juga. Seharusnya Pak Boediono harus datanglah ke Timwas Centruy," kata Uchok kepada Sindonews, Jumat (12/4/2013).
Dia menambahkan, kedatangan Boediono itu akan sangat bermanfaat untuk memecahkan kasus Century, serta menjelaskan keabsahan surat kuasa pemberian kredit Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) yang ditandatanganinya kepada tiga pejabat BI lainnya.
"Untuk klarfikasi beberapa data dan dokumen yang ada pada tangan Timwas Centruy. Kalau enggak datang, imej ke publik jadi jelek. Ini tidak bagus secara pribadi. Dan yang pasti disalahkan SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) lagi, bahwa SBY salah pilih wakil dia (Boediono)," pungkasnya.
Sebelumnya, anggota Timwas Bank Century DPR Bambang Soesatyo mengatakan, pada masa sidang yang akan datang, pihaknya segara melakukan pemanggilan terhadap Wapres.
"Jadi, tidak tertutup kemungkinan timwas akan memanggil kembali Boediono untuk meminta penjelasan pada masa sidang mendatang," tukas pria akrab disapa Bamsoet ini melalui pesan singkat, Rabu 10 April 2013 lalu.
Menurutnya, dalam surat kuasa itu jelas-jelas Boediono membubuhkan tanda tangan dan memberikan kuasanya kepada tiga orang bawahannya di BI.
(mhd)