Sri Mulyani merasa tertipu, KPK harus konfrontir dengan Boediono

Minggu, 26 Mei 2013 - 10:48 WIB
Sri Mulyani merasa tertipu,...
Sri Mulyani merasa tertipu, KPK harus konfrontir dengan Boediono
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seharusnya mengonfrontir keterangan mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dengan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dalam kapasitas mereka sebagai mantan Ketua dan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Hal itu penting dilakukan agar proses hukum kasus Bank Century tidak berlarut-larut seperti sekarang.

Anggota Tim Pengawas Bank Century DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, di forum rapat Pansus DPR untuk Hak Angket Bank Century, awal Januari 2010, Sri Mulyani sudah menegaskan dirinya bertanggung jawab penuh atas keputusan penyelamatan Bank Century berdasarkan data awal nilai bailout dari BI sebesar Rp632 miliar.

"Angka Rp632 miliar ditetapkan BI sebagai acuan menangani Bank Century. Pertanyaannya, siapa yang harus bertanggungjawab atas sisa dana talangan yang jumlahnya lebih dari Rp6 triliun?" tukas Bamsoet melalui rilisnya, Minggu (26/5/2013).

Apalagi, lanjut politikus Partai Golkar ini, ketidakberesan dalam menghitung nilai baiout menjadi semakin gamblang ketika publik menyimak penuturan mantan Presiden Jusuf Kalla seputar curahan isi hati Sri Mulyani kepadanya.

"Kepada Kalla, Sri Mulyani mengaku merasa tertipu dengan data yang diberikan BI dalam keputusan bailout Bank Century. Hal ini dituturkan Kalla di forum rapat Pansus Bank Bank Century, 14 Februari 2010," beber Bamsoet.

Bamset melanjutnya, menurut Kalla, Sri Mulyani menemuinya di kediaman resmi wakil presiden pada 30 September 2009. Dalam pertemuan empat mata itulah Ketua KSSK itu mengaku tertipu dengan pembengkakan nilai penyelamtan Bank Century.

Awalnya Bank Indonesia merekomendasikan dana talangan Bank Century hanya Rp632 miliar. Ternyata, nilai bailout membengkak menjadi Rp6,7 triliun.

"Menurut saya, sudah cukup alasan bagi KPK untuk mengonfrontir Sri Mulyani dan Boediono," tandasnya.
(lns)
Berita Terkait
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
PLN Runners Bertekad...
PLN Runners Bertekad Sukseskan PLN Mobile Color Run 2025 di Palembang
Bank KB Bukopin Layani...
Bank KB Bukopin Layani Pembayaran Manfaat Pensiun PT Industri Kapal Indonesia (Persero)
Korupsi PT DI Persero,...
Korupsi PT DI Persero, KPK Dalami RUPS Penentuan Mitra Penjualan
Pelopori Penyaluran...
Pelopori Penyaluran KUR dengan Sistem Digital, Bank KB Bukopin Gandeng PT INTI Persero
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
Berita Terkini
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved