Hadapi kasus korupsi kadernya, PKS ingin ditemani

Jum'at, 24 Mei 2013 - 08:49 WIB
Hadapi kasus korupsi...
Hadapi kasus korupsi kadernya, PKS ingin ditemani
A A A
Sindonews.com - Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Batoegana memahami perasaan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini. Betapa partai yang dikenal bersih itu seperti dikuliti, dibongkar habis-habisnya dan terseretlah mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dalam kasus suap izin kuota impor daging sapi.

Pernyataan ingin keluar dari koalisi harus dipahami akibat kegalauan. Menurut Sutan, PKS merasa dibiarkan oleh teman-teman parpol di Sekretariat Gabungan (Setgab) menghadapi masalah hukum itu.

"Merasa ada pembiaran di Setgab. Secara psikologis, PKS ingin ditemani. Tapi bagaimana, Demokrat pingsan sendiri ketika dihajar habis-habisan soal kasus korupsi, juga tidak ada yang menemani," tukas Sutan, Jumat (24/5/2013).

Tidak itu saja, ketika ada rencana kenaikan BBM, partai koalisi menyatakan dukungan, tapi ketika pada hari H-nya, semua parpol meninggalkan Demokrat sendirian.

Terkait masalah korupsi, siapapun kader yang terlibat Demokrat tak akan melindungi. "Intinya kami ini kompak, tetap semangat, mari membangun bersama-sama, makmur bersama-sama, tapi kalau ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) silakan jalan sendiri sendiri, jangan ngajak-ngajak," tukas Sutan sambil berkelakar.

Jiwa karsa terhadap sesama kader memang bagus untuk selalu ada di partai politik (parpol), tapi jiwa karsa sebaiknya digunakan untuk kebenaran. "Kalau di Demokrat, kader korupsi tanggung sendiri, enggak bakal dilindungi," tukasnya lagi.

Sutan mengaku ikut prihatin dengan kondisi PKS. Namun jika PKS benar-benar ingin keluar dari koalisi, dipersilakan saja. Demokrat tetap akan menghormati komitmen dan etiket politik PKS.

Meskipun lanjut Sutan, sikap itu disesalkan, karena harusnya PKS kompak menghadapi kemelut yang terjadi sehingga berakhir dengan baik.

Seperti dilakukan Demokrat, akibat kasus korupsi, sempat terjun payung dari 22 persen (angka elektabilitas) menjadi delapan persen, dan sekarang ini berangsur-angsur mulai naik dari 12 dan dipastikan menjadi 15 persen.

"Pemilu nanti, kami yakin bisa melampaui target," Sutan optimis.
(lns)
Berita Terkait
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
Menimbang Ulang Impor...
Menimbang Ulang Impor Daging Kerbau
Pemerintah Janji Tinjau...
Pemerintah Janji Tinjau Ulang Kuota Impor Daging Sapi
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
7 Negara Pengekspor...
7 Negara Pengekspor Daging Terbesar ke Indonesia, yang Terakhir: Percaya Enggak Percaya!
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Infografis
7 Fakta Kasus Hogi Minaya:...
7 Fakta Kasus Hogi Minaya: Suami Bela Istri, Berujung Tersangka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved