Ibas dibela loyalis SBY soal dana Hambalang
Minggu, 17 Maret 2013 - 13:15 WIB
Ibas dibela loyalis SBY soal dana Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Pengakuan mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis yang membenarkan Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) telah menerima dana dalam proyek Hambalang, kini berbuntut panjang.
Karena hal ini, putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini langsung membantah keras pernyataan Yulianis tersebut. Bahkan, Ibas mengaku tidak mengenal Yulianis dan dia menilai tuduhan itu telah mencemarkan nama baiknya.
Pengakuan Ibas itu, mendapat pembelaan dari Ketua Umum Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD), Letjen (Purn) M Yasin. Dia yakin Ibas tidak melakukan, seperti tuduhan Yulianis.
“Saya kenal Ibas sejak dari kecil hingga sekarang. Mustahil menerima. Saya tahu persis Ibas tidak melakukan itu,” tegas mantan Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas), Letjen (Purn) M Yasin, dalam keterangan persnya, Minggu (17/3/2013).
Yasin mendesak pihak-pihak yang menuding Ibas terlibat kasus Hambalang, segera meralat dan mencabut pernyataannya. Karena hal itu memiliki konsekuensi hukum di kemudian hari. Pihaknya tidak akan tinggal diam, untuk melakukan gugatan hukum, bagi siapa saja yang mencemarkan nama baik kader Demokrat, termasuk kalangan media.
“Saya mendorong agar pihak-pihak yang menuduh Ibas, segera meralat dan mencabutnya,” kata mantan tim kampanye pasangan Mega-Prabowo dalam Pilpres 2009 lalu.
Menurut Yasin, tuduhan Yulianis adalah bohong dan merupakan tuduhan lama yang dihembuskan pihak yang tidak menghendaki Demokrat solid. Apalagi Ibas telah membantah tudingan itu.
Sebelumnya, usai sidang tipikor, Rabu 14 Maret 2013, Yulianis membenarkan bahwa Ibas menerima dana dari Permai Grup, perusahaan M Nazaruddin, untuk kongres Partai Demokrat di Bandung, Mei 2010 lalu. Menurut Yulianis, Ibas menerima US$200.000 dari proyek Hambalang saat Kongres Partai Demokrat tersebut.
Karena hal ini, putra bungsu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini langsung membantah keras pernyataan Yulianis tersebut. Bahkan, Ibas mengaku tidak mengenal Yulianis dan dia menilai tuduhan itu telah mencemarkan nama baiknya.
Pengakuan Ibas itu, mendapat pembelaan dari Ketua Umum Bakti Karya Perjuangan Demokrat (BKPD), Letjen (Purn) M Yasin. Dia yakin Ibas tidak melakukan, seperti tuduhan Yulianis.
“Saya kenal Ibas sejak dari kecil hingga sekarang. Mustahil menerima. Saya tahu persis Ibas tidak melakukan itu,” tegas mantan Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas), Letjen (Purn) M Yasin, dalam keterangan persnya, Minggu (17/3/2013).
Yasin mendesak pihak-pihak yang menuding Ibas terlibat kasus Hambalang, segera meralat dan mencabut pernyataannya. Karena hal itu memiliki konsekuensi hukum di kemudian hari. Pihaknya tidak akan tinggal diam, untuk melakukan gugatan hukum, bagi siapa saja yang mencemarkan nama baik kader Demokrat, termasuk kalangan media.
“Saya mendorong agar pihak-pihak yang menuduh Ibas, segera meralat dan mencabutnya,” kata mantan tim kampanye pasangan Mega-Prabowo dalam Pilpres 2009 lalu.
Menurut Yasin, tuduhan Yulianis adalah bohong dan merupakan tuduhan lama yang dihembuskan pihak yang tidak menghendaki Demokrat solid. Apalagi Ibas telah membantah tudingan itu.
Sebelumnya, usai sidang tipikor, Rabu 14 Maret 2013, Yulianis membenarkan bahwa Ibas menerima dana dari Permai Grup, perusahaan M Nazaruddin, untuk kongres Partai Demokrat di Bandung, Mei 2010 lalu. Menurut Yulianis, Ibas menerima US$200.000 dari proyek Hambalang saat Kongres Partai Demokrat tersebut.
(maf)