Akbar enggan mengomentari tokoh yang cocok jadi presiden

Jum'at, 15 Maret 2013 - 15:04 WIB
Akbar enggan mengomentari...
Akbar enggan mengomentari tokoh yang cocok jadi presiden
A A A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung enggan mengomentari nama-nama calon presiden (Capres) yang sudah diserahkan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bahkan, Akbar yang juga mantan Ketua DPR periode 1999-2004 juga ogah mengomentari, siapakah tokoh yang pantas memimpin bangsa ini dalam lima tahun kedepan.

"Ya kita lihat lah nanti. Bahwa ada nama-nama disebut-sebut, kalau negara demokrasi itu wajar saja. Bahkan ada gerakan mencari pemimpin, itu juga wajar," kata Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar itu usai menghadiri Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ke-28 di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3/2013).

Pada kesempatan itu dia berharap, nama-nama yang disodorkan oleh tujuh mantan jenderal yang belum lama ini ketemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut masuk dalam nominasi Capres yang ada di partai politik (parpol) sehingga mereka dilirik menjadi Capres 2014 mendatang.

"Mudah-mudahan mereka-mereka yang diproses seleksi masyarakat itu, dilihat oleh parpol, mereka memiliki persyaratan menjadi calon presiden yang diharapkan. Sehingga dengan demikian parpol juga bisa mencalonkan mereka-mereka itu," ujarnya.

Sebelumnya, tujuh purnawirawan Jenderal TNI bertemu dengan SBY dan mengusulkan enam kandidat untuk Capres 2014 ke SBY, mereka adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), dan Ketua Dewan Pembinan Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Selain itu ada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Sedangkan tujuh mantan Jenderal TNI itu adalah Luhut Panjaitan, Subagyo HS, Fahrul Rozi, Agus Wijoyo, Johny Josephus, Sumardi, dan Suaidi Marasabessy.
(mhd)
Berita Terkait
Demokrat Gabung KIM,...
Demokrat Gabung KIM, Politikus PDIP: Mengingatkan Pilpres 2014
SMRC Prediksi Elektabilitas...
SMRC Prediksi Elektabilitas Ganjar Bisa Lampaui Jokowi saat Pilpres 2014
Gerindra Masih Berusaha...
Gerindra Masih Berusaha Rayu PAN, Ingatkan Pilpres 2014 dan 2019
Hasto Optimistis Sejarah...
Hasto Optimistis Sejarah Tradisi Kemenangan 2014 dan 2019 Kembali Terukir di Pilpres 2024
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved