Soal hukum, SBY diminta perlakukan Boediono seperti Anas
Rabu, 13 Maret 2013 - 09:11 WIB
Soal hukum, SBY diminta perlakukan Boediono seperti Anas
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai tidak memiliki keberanian untuk meminta wakilnya Boediono lebih fokus mengurus kasus hukum menyangkut Bank Century.
Padahal, SBY pernah melakukan hal tersebut terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Ketika itu, SBY meminta Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lebih fokus menjalani proses hukum menyangkut proyek Hambalang.
"Nah SBY tidak berani melakukan yang sama terutama Wakil (Boediono) yang oleh lembaga negara oleh BPK, DPR dan KPK bahwa ada masalah bailout Bank Century yang aspek merugikan negara," kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi saat berbincang dengan Sindonews, Selasa, 12 Maret 2013.
Atas penilain tidak memiliki keberanian inilah, dirinya yakin SBY tidak akan melakukan hal yang sama kepada Boediono terhadap yang pernah dilakukannya kepada Anas tersebut. Dia menduga, ketidakberanian SBY untuk melakukan hal itu karena ada kaitan politik yang menyangkut dirinya maupun Partai Demokrat.
"Harusnya bisa melakukan hal yang sama, nah kenapa tidak dilakukan, karena saya menduga bahwa orang-orang ini punya kaitan langsung dengan dirinya baik politik atau dengan pidana, sehingga tidak berani memutuskan," tandasnya.
Padahal, SBY pernah melakukan hal tersebut terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Ketika itu, SBY meminta Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat lebih fokus menjalani proses hukum menyangkut proyek Hambalang.
"Nah SBY tidak berani melakukan yang sama terutama Wakil (Boediono) yang oleh lembaga negara oleh BPK, DPR dan KPK bahwa ada masalah bailout Bank Century yang aspek merugikan negara," kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi saat berbincang dengan Sindonews, Selasa, 12 Maret 2013.
Atas penilain tidak memiliki keberanian inilah, dirinya yakin SBY tidak akan melakukan hal yang sama kepada Boediono terhadap yang pernah dilakukannya kepada Anas tersebut. Dia menduga, ketidakberanian SBY untuk melakukan hal itu karena ada kaitan politik yang menyangkut dirinya maupun Partai Demokrat.
"Harusnya bisa melakukan hal yang sama, nah kenapa tidak dilakukan, karena saya menduga bahwa orang-orang ini punya kaitan langsung dengan dirinya baik politik atau dengan pidana, sehingga tidak berani memutuskan," tandasnya.
(kur)