Anas diharap jadi pembuka sumbat kasus Century
Senin, 11 Maret 2013 - 07:32 WIB
Anas diharap jadi pembuka sumbat kasus Century
A
A
A
Sindonews.com - Pertemuan antara Tim Pengawas (Timwas) Bank Century DPR dengan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum beberapa waktu lalu dinilai banyak pihak sebagai harapan baru pengungkapan kasus skandal Century. Pasalnya, Anas disebut-sebut memiliki data kuat terkait kasus yang merugikan negara sebesar Rp 6,7 triliun itu.
Koordinator Program Transparency International Indonesia (TII), Ibrahim Fahmi Badoh mengatakan, akar permasalahan kasus Century ada di hulu dan di hilir.
"Mengenai bailout sudah banyak sekali catatan-catatan dan itu tidak hanya dibuat oleh media, tapi sebetulnya itu dasarnya dari hasil audit BPK. Ada peraturan yang seakan-akan memfasilitasi proses bailout itu," ujarnya kepada Sindonews, Senin (11/3/2013).
Fahmi menjelaskan, Timwas Century harus bergerak kembali dari bagian hulu sembari mencocokan informasi dari Anas. Timwas berkepentingan mencari tahu apakah dana itu mengalir untuk kepentingan bailout atau menutupi saham bodong bank.
"Hingga kabar mengenai dana itu dipakai untuk kepentingan pemilu salah satu parpol. Informasi dari Anas bisa jadi semacam pembuka sumbat, kita berharap seperti itu," ucapnya.
Untuk sisi hilir, jelas Fahmi, informasi dari Anas menjadi jalan masuk mengungkap kecurigaan-kecurigaan yang muncul dalam pembahasan Pansus Century. Ia menilai, informasi yang dimiliki Anas bisa dikonfirmasi dengan temuan awal timwas.
"Kalau Anas bisa buka di sisi hulu apakah betul ada kepentingan kekuasaan yang besar untuk mengamankan Century. Kalau itu bisa dibuka, saya kira KPK lebih terdorong untuk menindaklanjuti ini ke persoalan korupsi atau pun pencucian uang," jelasnya.
Koordinator Program Transparency International Indonesia (TII), Ibrahim Fahmi Badoh mengatakan, akar permasalahan kasus Century ada di hulu dan di hilir.
"Mengenai bailout sudah banyak sekali catatan-catatan dan itu tidak hanya dibuat oleh media, tapi sebetulnya itu dasarnya dari hasil audit BPK. Ada peraturan yang seakan-akan memfasilitasi proses bailout itu," ujarnya kepada Sindonews, Senin (11/3/2013).
Fahmi menjelaskan, Timwas Century harus bergerak kembali dari bagian hulu sembari mencocokan informasi dari Anas. Timwas berkepentingan mencari tahu apakah dana itu mengalir untuk kepentingan bailout atau menutupi saham bodong bank.
"Hingga kabar mengenai dana itu dipakai untuk kepentingan pemilu salah satu parpol. Informasi dari Anas bisa jadi semacam pembuka sumbat, kita berharap seperti itu," ucapnya.
Untuk sisi hilir, jelas Fahmi, informasi dari Anas menjadi jalan masuk mengungkap kecurigaan-kecurigaan yang muncul dalam pembahasan Pansus Century. Ia menilai, informasi yang dimiliki Anas bisa dikonfirmasi dengan temuan awal timwas.
"Kalau Anas bisa buka di sisi hulu apakah betul ada kepentingan kekuasaan yang besar untuk mengamankan Century. Kalau itu bisa dibuka, saya kira KPK lebih terdorong untuk menindaklanjuti ini ke persoalan korupsi atau pun pencucian uang," jelasnya.
(kri)