Komnas HAM investigasi video kekerasan Densus di Poso

Jum'at, 08 Maret 2013 - 17:03 WIB
Komnas HAM investigasi...
Komnas HAM investigasi video kekerasan Densus di Poso
A A A
Sindonews.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Jumat (8/3/2013) sekira pukul 14.00 WITA mendatangi lokasi yang diduga sebagai tempat pengambilan video dugaan tindak pelanggaran HAM oleh oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. Komnas HAM datang bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Tim Pembela Muslim (TPM).

Dari kesaksian warga yang ada, memastikan video yang beredar luas itu merupakan video asli yang menggambarkan peristiwa yang terjadi lima tahun silam di Lorong Pembantu Gubernur, Jalan Pulau Irian, Kelurahan Gebang Rejo Poso Kota.

Kedatangan tim Komnas HAM yaitu Siane Indriani tersebut disambut oleh warga masyarakat serta tokoh umat muslim yang ada di kota Poso.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Tim Pemantau Penanggulangan Terorisme Komnas HAM, Siane Indriani berupaya memverifikasi kebenaran lokasi dari tempat peristiwa seperti yang terekam dalam sebuah video yang kini telah menyebar luas di tengah-tengah masyarakat.

Kepada tim Komnas HAM, Rasiman (32) salah seorang warga di lokasi tersebut mengenali salah satu orang yang nampak dalam rekaman video itu adalah dirinya sendiri. saat itu, meskipun sudah menyerah kepada petugas Densus 88 dalam peristiwa kontak senjata pada 22 Januari 2007, namun tetap saja ia di tembak pada paha kanannya.

Ia kemudian diikat bersama lima orang lainnya, mata mereka juga ditutup. Ia mengaku saat itu aparat tidak memperdulikan untuk segera menyelamatkan nyawa mereka yang terluka, meskipun kesempatan itu ada.

Rasiman juga menyebut ada seorang warga bernama Udin yang dalam peristiwa 22 Januari 2007 ditangkap dalam kondisi hidup dan selamat, namun tahu-tahu beberapa waktu kemudian dikembalikan dalam kondisi meninggal dengan kondisi tubuh yang rusak.

Peristiwa 22 Januari 2007 merupakan operasi penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian saat itu untuk menangkap 14 DPO terkait tindak terorisme yang terjadi di Poso dan di Palu dalam rentang waktu 2000 hingga 2006.

Operasi yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA berlangsung dalam suasana panas oleh kontak senjata yang berlansung hingga sore. Dalam operasi itu setidaknya 15 orang meninggal dunia dimana seorang diantaranya adalah anggota polisi.
(kri)
Berita Terkait
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
PPP Sebut Revisi UU...
PPP Sebut Revisi UU ITE Bisa Jadi Bagian dari Profesionalitas Polri
Soliditas dan Profesionalitas:...
Soliditas dan Profesionalitas: Modal MAPPI Hadapi Gelombang Besar
Kunjungi Korps Marinir...
Kunjungi Korps Marinir Surabaya, KSAL Berpesan Tetap Pertahankan Profesionalitas
Profesionalitas Harus...
Profesionalitas Harus Jadi Pertimbangan Utama Pemilihan Kapolri Bukan Agama
Berita Terkini
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved