Polri akan usut video kekejaman Densus 88

Selasa, 05 Maret 2013 - 17:14 WIB
Polri akan usut video...
Polri akan usut video kekejaman Densus 88
A A A
Sindonews.com - Mabes Polri berjanji akan mengusut dugaan pembiaran yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror, terhadap terduga teroris yang mengalami luka tembak hingga kritis.

Dalam video kekerasan yang diduga dilakukan oleh Densus 88, ada persoalan penting yang seharusnya dijadikan fokus penyelidikan. Video berdurasi sekira 13 menit lebih itu, memperlihatkan ada seorang terduga teroris dengan luka serius dan bersimbah darah, justru dibiarkan kesakitan.

Terlihat, oknum polisi justru mengatakan kata-kata yang tak semestinya ketika melihat terduga teroris tersebut kritis. "Kamu sudah mau mati, kalau mau masuk surga, saya talkin (bimbingan mengucap kalimat ikhlas atau kalimat syahadat)," bunyi dalam video tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol. Boy Rafli Amar, mengatakan, pihaknya akan menelusuri tayangan yang memperlihatkan adegan tersebut.

"Nanti kita telusuri kata-kata itu apakah itu diucapkan oleh petugas yang ada di situ. Kita telurusi kemudian yang ditembak itu sekarang masih hidup Rahman Kalahi alias Wiwin, masih sehat dan pada waktu itu langsung diberikan perawatan serius oleh tim yang ada," ungkap Boy di Gedung Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/3/2013).

Boy memastikan, terduga teroris yang mengalami luka tembak pada video tersebut adalah Wiwin dan kini sudah sehat kembali, karena mendapat perawatan. Namun, terkait kata-kata yang dianggap menggunakan simbol-simbol agama dalam tindak kekerasan, akan ditelusuri.

"Kata-kata itu akan kita coba telusuri, bagaimana bisa terjadi seperti itu jika memang dikatakan tidak laik, ya memang bisa saja tidak perlu seperti itu jadi jangan khawatir orang yang mengucapkan bisa saja nanti diperiksa," ucap Boy.

"Kita upayakan tim-tim yang melakukan penyelidikan di sana untuk mencari tahu sebenarnya apakah ada orang-orang diantara anggota itu," tutup Jenderal bintang satu itu.
(maf)
Berita Terkait
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
PPP Sebut Revisi UU...
PPP Sebut Revisi UU ITE Bisa Jadi Bagian dari Profesionalitas Polri
Soliditas dan Profesionalitas:...
Soliditas dan Profesionalitas: Modal MAPPI Hadapi Gelombang Besar
Profesionalitas Harus...
Profesionalitas Harus Jadi Pertimbangan Utama Pemilihan Kapolri Bukan Agama
Kunjungi Korps Marinir...
Kunjungi Korps Marinir Surabaya, KSAL Berpesan Tetap Pertahankan Profesionalitas
Berita Terkini
Pakar Bedah Kasus Dugaan...
Pakar Bedah Kasus Dugaan Pidana Jabatan Mantan Jampidsus
Roy Suryo: Praperadilan...
Roy Suryo: Praperadilan Jilid 3 Bukan untuk Cari Duit
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
Prabowo Tunjuk Asep...
Prabowo Tunjuk Asep Nana Mulyana Jadi Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jabat Jampidsus
Dilantik Prabowo Jadi...
Dilantik Prabowo Jadi Kepala BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wamentan
Infografis
7 Kombes Pecah Bintang...
7 Kombes Pecah Bintang Jadi Brigjen Dalam Mutasi Polri Januari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved