IPW: Densus 88 cenderung jadi algojo

Sabtu, 02 Maret 2013 - 16:22 WIB
IPW: Densus 88 cenderung...
IPW: Densus 88 cenderung jadi algojo
A A A
Sindonews.com - Indonesian Police Watch (IPW) mendesak Polri, pemerintah, legislatif maupun Komnas HAM menyikapi secara serius laporan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin ke Mabes Polri terkait dugaan pelanggaran HAM yg dilakukan Densus 88 Anti Teror di Poso, Sulteng.

"Laporan tersebut merupakan bukti bahwa kekerasan yang dilakukan oleh Densus 88 mulai bermunculan dan sebagai sebuah bentuk pelanggaran HAM serius," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane melalui rilis yang diterima Sindonews, Sabtu (2/3/2013).

Neta mengatakan, selama ini sebenarnya sudah banyak keluhan publik terhadap sikap dan prilaku Densus 88. Antara lain, anggota Densus 88 yang cenderung menjadi algojo ketimbang sebagai aparat penegak hukum yang melumpuhkan tersangka untuk kemudian di bawa ke pengadilan.

"Sehingga, apa yang dilaporkan Ketua Umum Muhammadiyah tersebut adalah sebuah wujud keresahan dari tokoh Islam yang harus disikapi secara serius agar ada pembenahan di manajemen Densus 88," tegasnya.

Sebelumnya Sindonews memberitakan, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyambangi Markas Besar (Mabes) Polri untuk melakukan pertemuan dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

Pertemuan itu sendiri dimaksudkan untuk melaporkan dugaan tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang diduga dilakukan oleh Densus 88 terhadap tersangka teroris.

"Sekarang khusus kami datang juga untuk melaporkan bukti berupa video yang mengandung gambar tentang pemberantasan teroris. Tapi kami tidak tahu dimana dan kapan, tetapi sangat jelas mengindikasikan pelanggaran HAM berat," kata Din usai melakukan pertemuan dengan Kapolri di Gedung Rupatama, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Februari 2013.

Dia menyayangkan tindakan kekerasan yang membawa lambang dan simbol agama Islam yang dianggap telah melecehkan. Padahal, Din sendiri mengklaim, bahwa Islam sangat membenci aksi terorisme.

"Ada penyiksaan terhadap teroris, tersangka, dan luar biasa penindasannya. Diikat kaki tangannya, ditembak, diinjak-injak dan ada bernada nuansa keagaaaman. 'Anda kan mau mati beristighfarlah. Itu ajaran agama mana'," ungkapnya.
(kri)
Berita Terkait
Timses Pramono-Rano...
Timses Pramono-Rano Apresiasi Profesionalitas TNI-Polri di Pilkada Jakarta
Deretan Pedoman Polri...
Deretan Pedoman Polri dalam Menjamin Profesionalitas dan Netralitas di Pemilu 2024
PPP Sebut Revisi UU...
PPP Sebut Revisi UU ITE Bisa Jadi Bagian dari Profesionalitas Polri
Soliditas dan Profesionalitas:...
Soliditas dan Profesionalitas: Modal MAPPI Hadapi Gelombang Besar
Kunjungi Korps Marinir...
Kunjungi Korps Marinir Surabaya, KSAL Berpesan Tetap Pertahankan Profesionalitas
Profesionalitas Harus...
Profesionalitas Harus Jadi Pertimbangan Utama Pemilihan Kapolri Bukan Agama
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Ketua MUI Harap KUII...
Ketua MUI Harap KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Penolakan Praktik LGBT
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Kenapa Febrie Adriansyah...
Kenapa Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK? Kejagung Ungkap Alasannya
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved