Stafsus Presiden tak tahu pertemuan SBY & Said

Jum'at, 01 Maret 2013 - 01:13 WIB
Stafsus Presiden tak...
Stafsus Presiden tak tahu pertemuan SBY & Said
A A A
Sindonews.com - Staf Khusus (Stafsus) Presiden bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparingga mengaku, tidak mengetahui maksud dan tujuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memanggil KH Said Aqil Siradj ke Istana Negara.

"Saya tidak tahu ihwal itu, Maaf," katanya melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Kamis (28/2/2013).

Saat dikonfirmasi terkait Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu untuk 'mengamankan' warga NU, agar tidak terpancing politik di Indonesi. Dia enggan menanggapi hal tersebut.

"Aduh, saya tidak tahu tentang itu. Coba hubungi Pak Julian (Aldrin Pasha, Juru Bicara Presiden)," ujarnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengakui dipanggil Presiden SBY ke Istana pada hari Selasa 26 Februari 2013 lalu. Lantas, apa urgensi pertemuan itu?

"Memang benar pada hari Selasa, saya diminta untuk menemui Presiden SBY di Istana. Banyak sekali yang kita bicarakan dalam pertemuan tersebut," ujar Said ketika dihubungi Sindonews.

Ketika disinggung, apakah SBY meminta dirinya tidak ikut-ikutan dalam polemik Partai Demokrat yang melibatkan SBY dengan Anas Urbaningrum? Said tidak menegaskan secara detail. Tapi, SBY menyampaikan pesan bahwa dirinya diminta untuk 'mengamankan' keluarga besar NU agar tidak ikut terpancing dalam situasi politik yang kian memanas.

"Warga NU diminta tenang menghadapi gonjang-ganjing politik dan hukum," ujar Said menirukan pesan SBY kepadanya.

Said pun merespon pesan politik SBY tersebut. "Saya bilang siap menenangkan warga NU. Untuk itu saya bertanggung jawab. Warga NU tidak akan terpengaruh gonjang-ganjing hukum dan politik," jawabnya.

Sementara itu, terkait adanya dugaan intervensi politik di balik penetapan Anas sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK), Said berharap lembaga antikorupsi tersebut dapat berkerja secara profesional, terbuka dan independen.

"Masalah hukum saya dukung KPK berjalan dengan seadil-adilnya, tapi tidak sampai menggerogoti kewibawan negara. Kalau masalah politik di internal Partai Demokrat, NU tidak ikut campur," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
SBY Menatap 20 Tahun...
SBY Menatap 20 Tahun Mendatang: Pemimpin Partai Demokrat Saat Ini Menjanjikan
Pesan SBY ke Kader Demokrat:...
Pesan SBY ke Kader Demokrat: Jangan Pernah Takut jika Kedaulatan Partai Hendak Dirampas
SBY Berdoa Tuhan Bimbing...
SBY Berdoa Tuhan Bimbing Pemerintah, Demokrat Jelaskan Maksudnya
Sudah Tiba di Amerika,...
Sudah Tiba di Amerika, SBY Dikabarkan Dalam Kondisi Baik
Bicara Kebenaran, SBY:...
Bicara Kebenaran, SBY: Ya Allah, Kabulkanlah Permintaanku
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved