Ditanya alokasi anggaran simulator, Azis irit bicara

Kamis, 28 Februari 2013 - 20:18 WIB
Ditanya alokasi anggaran...
Ditanya alokasi anggaran simulator, Azis irit bicara
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin enggan memberikan penjelasan mengenai sejauh mana keterlibatannya dalam alokasi anggaran simulator SIM dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Polri yang sempat dibahas di Komisi III DPR RI.

Usai diperiksa selama sembilan jam terkait kasus korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kader Partai Golkar tampak tak bersahabat kepada wartawan. Ia terus berusaha menghindar dan meberikan jawaban sekenanya.

"Kita lihat perkembangan saja," kata Azis seusai menjalani pemeriksaan, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/2/2013).

Tak mau menyerah, para awak media terus mencecar Azis dengan berbagai pertanyaan. Azis memilih mengunci mulutnya rapat-rapat. Ia lalu buru-buru berjalan menuju ke arah mobil yang sudah menunggunya.

"Ya kita lihat perkembangan. Ya kita lihat saja," kilahnya sambil berlalu pergi.

Direktur PNBP di Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Askolani sempat mengatakan bahwa dirinya pernah dicecar seputar angka penetapan Pagu PNBP Polri yang digunakan untuk mengajukan proyek simulator SIM.

Askolani menegaskan, bahwa memang ada rapat antara pihak dari Polri, pimpinan Banggar dan Panja Komisi III DPR untuk penentuan pagu PNBP Polri terkait proyek pengadaan simulator SIM ini.

"Dari polisi Pak Advent, dari Banggar semua anggota Panja. Dia kan ada anggota Panja-nya kalau ketua ganti-ganti kalau Panjanya tetap," ujar Askolani.

Askolani pun membenarkan untuk penetapan angka pagu PNBP proyek ini sebesar Rp 3 triliun. "Ya sesuai dengan di APBN ada sekitar 3 triliun," ujarnya.

Selain itu, Direktur Jendral anggaran Kementerian Keuangan Herry Purnomo juga membenarkan pembahasan pagu PNBP dalam anggaran itu dibahas bersama Kementerian Keuangan dengan kementerian lembaga terkait termasuk dengan Polri. "Bukan kenaikan tarif ya, ada penambahan jenis-jenis PNBP. Jadi lebih besar yang disahkan DPR. Tidak ada catatan penting, jadi biasa saja, normal. Tidak ada kejanggalan," kata dia.

Kemudian, untuk Polri besaran persentase PNBP sebesar 90 persen dari total yang diterima Polri. PNBP tersebut meliputi pengurusan STNK, BPKP, SIM. Tercatat, pada tahun 2011, PNBP Polri sebesar Rp 3,4 triliun.
(kri)
Berita Terkait
Perkara Simulator SIM...
Perkara Simulator SIM Korlantas Polri, KPK Sita 2 Rumah Rp85 Miliar
Korlantas Polri Mulai...
Korlantas Polri Mulai Petakan Jalur Mudik dari Jakarta-Surabaya
Layanan SIM, STNK dan...
Layanan SIM, STNK dan BPKB Kembali Dibuka Jelang New Normal
Profil Brigjen Pol Agus...
Profil Brigjen Pol Agus Suryonugroho, Teman Seangkatan Kapolri yang Jadi Kakorlantas Polri
Implementasi Roadmap...
Implementasi Roadmap Era Digital Ditregident Korlantas Polri
Dirkamsel Korlantas...
Dirkamsel Korlantas Polri: Korban Lakalantas Tragedi Sia-sia
Berita Terkini
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Infografis
Kartu Jakarta Mahasiswa...
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Tak Terdampak Efisiensi Anggaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved