Lelang impor daging sapi

Kamis, 28 Februari 2013 - 10:37 WIB
Lelang impor daging...
Lelang impor daging sapi
A A A
Kisruh perdagangan daging sapi yang seperti benang kusut tak jelas ujung pangkalnya dalam dua bulan terakhir ini sedikit demi sedikit mulai terurai. Kini, pemerintah sedang menyiapkan sebuah regulasi baru yang akan mengatur pengadaan impor daging sapi melalui mekanisme lelang.

Kabar baik lainnya,pemerintah sudah mendapat komitmen dari Merpati Airlines, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan PT Pelni untuk mengangkut komoditas tersebut dari sentra-sentra produksi, terutama dari wilayah timur Indonesia.

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga sudah menyalakan lampu hijau bagi perusahaan pelat merah yang bersedia menggarap bisnis sapi, terutama untuk pengadaan bibit sapi yang masih harus diimpor.

Terpenting, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan,dan Kementerian Perindustrian yang berkaitan dengan pengadaan pangan ini mulai membuka diri untuk lebih intens melakukan koordinasi.

Selama ini, ketiga kementerian itu ditengarai mengeluarkan kebijakan sendirisendiri yang menyebabkan koordinasi dan tanggung jawab saling tumpang tindih.

Dengan kebijakan impor daging sapi melalui mekanisme lelang yang masih digodok itu, pemerintah meyakini hal itu bisa menekan berbagai aksi manipulasi yang selama ini diduga dilakukan para importir, di antaranya melalui praktik jual beli kuota impor daging sapi hingga perbuatan tercela dengan menghalalkan segala cara, misalnya melakukan aksi suap kepada para pejabat atau pihak yang bisa memengaruhi pengambil kebijakan impor.

Salah satunya kasus suap kuota impor daging sapi yang disangkakan kepada mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq. Sistem lelang yang sedang dimatangkan tersebut berbeda dengan sistem lelang yang lazim selama ini. Kementerian Perdagangan akan memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk menjamin transparansi proses lelang nantinya.

Hal itu dibocorkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi bahwa sistem lelang yang akan digunakan berbasis teknologi informasi. Kedengarannya begitu serius dan merupakan terobosan baru demi transparansi untuk dunia usaha dan masyarakat. Ide untuk menerapkan sistem lelang kuota impor daging sapi itu positif.

Kita berharap sistem baru tersebut selain bisa mengurai karut-marut bisnis daging sapi,juga bisa berdampak pada stabilnya harga daging yang kini nyaris menyentuh Rp100.000/kg. Sistem lelang yang dicanangkan itu sebenarnya bukan barang baru karena sejumlah negara sudah melaksanakan dan sukses mengendalikan harga daging sapi.

Hanya saja terkadang para pengambil kebijakan di negeri ini selalu dibutakan untuk tidak mencontoh kebijakankebijakan positif yang sudah dijalankan negara lain.

Melalui proses lelang, seandainya bisa dilaksanakan sebaik mungkin, berbagai keuntungan bakal menyertainya, terutama dalam kaitan kualitas dengan harga yang kompetitif. Memang, ada kekhawatiran apakah sistem lelang tersebut tidak akan mematikan para importir untuk skala kecil karena ketidaksanggupan bertarung melawan importir yang didukung modal yang besar sehingga bisa menawarkan harga yang lebih bersaing.

Pro-kontra untuk sebuah kebijakan itu lumrah.Yang penting pemerintah harus konsisten bahwa sebuah kebijakan tidak akan memuaskan semua pihak, tetapi yang pasti komitmen terhadap kepentingan yang lebih besar menjadi prioritas.

Kita harus becermin pada sistem kuota impor yang hanya menguntungkan segelintir orang, tetapi telah merugikan bangsa ini. Harga daging sapi semakin tidak terjangkau yang berdampak angka konsumsi daging masyarakat semakin terpuruk dan terendah di antara negara ASEAN.
(kur)
Berita Terkait
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Berita Terkini
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved