KPK siap tindak siapapun dia koruptornya

Senin, 25 Februari 2013 - 17:42 WIB
KPK siap tindak siapapun...
KPK siap tindak siapapun dia koruptornya
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan tebang pilih dalam mengusut dugaan korupsi. Lembaga antikorupsi ini tidak akan memandang siapa dia, jika memang terbukti secara fakta telibat korupsi, tetap akan ditindak.

Begitu pula, mengenai tudingan adanya keterlibatan istri dan putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono dan Edi Baskoro (Ibas) dalam kasus korupsi. Ibu Ani dan Ibas diduga telah menerima dana dari terpidana kasus Wisma Atlet M Nazaruddin.

"Siapapun akan kami telusuri. Sekecil apapun informasi yang muncul akan divalidasi KPK. Tetapi asal dasarnya ada bukti-bukti bukan berdasarkan pernyataan-pernyataan belaka," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Senin (25/2/2013).

Mengenai tudingan keterlibatan Ani dan Edhi Baskoro, KPK masih menunggu data-data serta laporan yang valid. "Jadi tidak hanya pernyataaan, tapi peryataan itu harus disertai bukti, jadi KPK bisa telusuri hal itu. Siapapun itu, kedudukannya di depan hukum sama," tandasnya.

Sebelumnya, Ibas sempat dikabarkan menerima aliran dana dari mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin. Kabar ini beredar di jejaring sosial Twitter dari akun AbimanyuAbiputro, Minggu 10 Februari 2013.

Akun tersebut memberikan bukti foto yang disebutnya laporan keuangan perusahaan M Nazaruddin yang disita KPK. Dalam laporan tersebut, Ibas menerima dana sebesar USD900 ribu pada kurun waktu 18 Januari-29 Desember 2010.

Selain Ibas, Nazaruddin juga mengalirkan dana ke mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, sebesar USD500 ribu untuk satu proyek. Dana itu dialirkan dalam waktu yang sama dengan Ibas.

Selain itu, berdasarkan pemberitaan salah satu media nasional, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah besar setelah Nazaruddin melarikan diri ke luar negeri, 23 Mei 2011 lalu.

Menurut sumber media yang kala itu menyaksikan langsung, Presiden SBY sangat marah, sampai dua kali menggebrak meja.

Gebrakan yang pertama, setelah Nazar mengatakan Edhie Baskoro pernah menerima uang darinya yang diambil dari kas partai. Gebrakan kedua, yang menyebabkan meja terpelanting, sesudah Nazaruddin menyebutkan Ani Yudhoyono menerima uang darinya sebesar USD5 juta yang berasal dari kas Demokrat, dan merupakan pemberian Pertamina.
(lns)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved