Mau jadi negarawan, SBY harus tinggalkan egoisme politik

Senin, 11 Februari 2013 - 18:34 WIB
Mau jadi negarawan,...
Mau jadi negarawan, SBY harus tinggalkan egoisme politik
A A A
Sindonews.com- Sikap Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kembali aktif mengurus partai dinilai tidak konsisten dengan pernyataannya sendiri. Jika sebelumnya SBY menganjurkan menteri asal partai politik berkonsentrasi untuk bekerja, ia kini justru sibuk mengurus partainya sendiri.

"Ya saya rasa ada tidak konsisten soal yang satu ini," kata Pengamat Politik Unila Arizka Warganegara saat dihubungi wartawan, Senin (11/2/2013).

Menurutnya, Presiden SBY harus lebih berkonsentrasi terhadap tugas-tugas kenegaraan menjelang masa jabatannya yang sudah hampir selesai. Pasalnya, publik merasa khawatir SBY tidak lagi fokus mengurus negara.

"Kita khawatir terlalu fokus partai, ia melupakan kerja-kerja presiden. Karena prinsipnya partai sudah mewakafkan secara politik pada negara ketika dia terpilih sebagai presiden," ucapnya.

Idealnya, presiden milik semua elemen bangsa dan tidak terlalu fokus mengurus kelompoknya sendiri. Ia menilai, SBY perlu belajar dari tokoh yang rela mewakafkan dirinya untuk kepentingan umum.

"SBY harus belajar bagaimana menjadi negarawan seperti Natsir, Hatta dll yang rela meninggalkan egoisme politiknya sebagai pemimpin semua kaum," ujarnya.

Arizka menilai, Partai Demokrat tetap akan terurus dengan baik karena sudah ada pengurus harian yang bertanggung jawab untuk mengurus partai. "Ya seharusnya begitu, karena mekanisme itu kan jelas ada pengurus harian yang menghandle persoalan day to day activities partai," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah membantah tudingan terkait soal dirinya lalai menjalankan tugas sebagai kepala negara. SBY hanya sibuk melakukan penyelamatan Partai Demokrat selaku ketua dewan pembina.

"Kenapa SBY mengurusi partai, seharusnya mengurusi negara. Saya pastikan kepada rakyat Indonesia saya tidak melalaikan tugas saya menjalankan tugas memimpin negara," jelas SBY dalam pidatonya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/2/2013) malam.

Dia pun mengklaim, selama menjabat sebagai kepala negara dirinya sangat jarang mengikuti kegiatan partai, terkecuali kegiatan dengan momen tertentu. Karena itu dia membantah, jika dikatakan tidak menjalankan roda pemerintahannya.

"Secara pribadi saya sangat jarang menjalani dengan mengikuti kegiatan Partai Demokrat, kecuali kegiatan momen tertentu saja. Saya tetap menjalankan pemerintahan," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Reshuffle Kabinet Diyakini...
Reshuffle Kabinet Diyakini Mampu Genjot Kinerja
Persepi Sebut Opini...
Persepi Sebut Opini Publik Tak Sepenuhnya Jadi Ukuran Kinerja Kementerian
Perombakan Kabinet Dinilai...
Perombakan Kabinet Dinilai Masih Menunjukkan Politik Transaksional
Perbaiki Kinerja Kabinet,...
Perbaiki Kinerja Kabinet, Relawan Jokowi Dorong Reshuffle
Reshuffle Kabinet Harus...
Reshuffle Kabinet Harus Berbasis Kinerja, Bukan Letupan Politik
Berita Terkini
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
7 Brigjen Pol Dimutasi...
7 Brigjen Pol Dimutasi oleh Kapolri pada Awal Mei Dalam Rangka Pensiun
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved