Kaltara benteng terakhir perbatasan Indonesia di utara Kalimantan

Senin, 04 Februari 2013 - 19:07 WIB
Kaltara benteng terakhir...
Kaltara benteng terakhir perbatasan Indonesia di utara Kalimantan
A A A
Sindonews.com - Pemerintahan Daerah (Pemda) Kalimantan Utara (Kaltara) diharapkan bisa lekas dibentuk pasca diputuskannya sebagai provinsi baru pemekaran dari Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga bisa meningkatkan penjagaan perbatasan di sana.

Pasalnya, selama ini wilayah itu cukup rentan terhadap konflik sengketa perbatasan dan terjadinya pelanggaran hukum di laut.

Tokoh masyarakat Kaltara Pilipus Gaing mengatakan, semakin lama Pemda Kaltara dibentuk, maka kian kuat ancaman di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Dia mencontohkan, selama ini masih banyak kapal Malaysia yang hilir-mudik di perbatasan di wilayah Kaltara.

"Pemerintahan harus segera terbentuk," kata Pilipus, di Jakarta, Senin (4/2/2013).

Seperti diketahui, salah satu wilayah yang masuk Kaltara adalah blok Ambalat. Daerah ini memiliki potensi konflik perbatasan yang cukup tinggi.

Selain persoalan perbatasan, banyaknya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hampir setiap minggu diusir dari Sabah, Malaysia ke Nunukan, Kalimantan Timur, semakin menguatkan alasan mengapa Pemda Kaltara perlu segera dibentuk.

"Penyelundupan di perbatasan pun semakin lama semakin rentan," kata Pilipus yang pernah tujuh tahun menjadi camat di salah satu kecamatan perbatasan.

Untuk itu, dia berharap pemerintahan secepatnya ditransisikan dari pelaksana tugas gubernur ke gubernur definitif.

"Keberadaan pemerintahan akan memfungsikan unsur-unsur pemerintahan lain mulai dari Komando Daerah Militer, Polda, maupun Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut. Dengan begitu penjagaan perbatasan akan maksimal," jelas dia.

Seperti diketahui, pada 25 Oktober 2012 lalu DPR secara resmi mengesahkan Provinsi Kaltara sebagai provinsi baru di Indonesia. Kalimantan Utara merupakan pecahan dari Kalimantan Timur. Rencananya Bulungan akan menjadi ibu kota Kalimantan Utara.

Fokus pembentukan provinsi ke-34 ini adalah membangun ketahanan di wilayah perbatasan. Selain itu, DPR juga berharap pemekaran ini dapat menghidupkan ekonomi masyarakat di wilayah itu yang selama ini dianggap tertinggal.
(maf)
Berita Terkait
Hebatnya Satuan Korps...
Hebatnya Satuan Korps Hiu Kencana Koarmada II Bertugas dalam Senyap
Lindungi Kedaulatan...
Lindungi Kedaulatan NKRI, Indonesia Rancang Strategi Keamanan Nasional
Ancaman Hoaks Terhadap...
Ancaman Hoaks Terhadap Kedaulatan NKRI di Dunia Siber
Pemerintah Diminta Tegas...
Pemerintah Diminta Tegas dan Serius Jaga Kedaulatan NKRI
Syarief Hasan Demokrat...
Syarief Hasan Demokrat Nilai China Lecehkan Kedaulatan NKRI
Kopassus Ajak Keluarga...
Kopassus Ajak Keluarga Besar TNI Jaga Kedaulatan NKRI
Berita Terkini
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Presiden Prabowo Bakal...
Presiden Prabowo Bakal Terima Surat Kepercayaan 17 Dubes Negara Sahabat Pekan Ini
Hari Ini Noel Divonis...
Hari Ini Noel Divonis terkait Kasus Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Segel Mobil Mewah
Penyidik KPK Datangi...
Penyidik KPK Datangi Rumah Silmy Karim di Jalan Brawijaya Jaksel
Relawan Jokowi Sebut...
Relawan Jokowi Sebut Tudingan Roy Suryo Cs Soal Ijazah Jokowi Menguras Energi
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved