Tugas utama Anis Matta, pulihkan citra PKS
Jum'at, 01 Februari 2013 - 15:37 WIB
Tugas utama Anis Matta, pulihkan citra PKS
A
A
A
Sindonews.com - Anis Matta resmi ditetapkan sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggantikan Luthfi Hasan Ishaaq. Tugas berat yang harus diemban Presiden PKS yang baru itu adalah memulihkan kepercayaan publik terhadap partainya yang tengah tersandung kasus suap impor daging.
Direktur Eksekutif Sugeng Sarjadi Sindycate (SSS) Toto Sugiarto mengatakan, citra PKS sudah dipandang buruk oleh masyarakat, akibat Presiden PKS sebelumnya terseret persoalan kasus daging impor tersebut.
"Bagaimana cara membersihkan partai? Apa yang seharusnya dilakukan Presiden PKS yang baru? Yang seharusnya dilakukan adalah secepatnya melakukan bersih-bersih," kata Toto saat dihubungi dari Gedung DPR, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Menurutnya, bersih-bersih di internal PKS harus dijalankan secara tuntas. Dia mengatakan, Anis Matta harus secepatnya melakukan penyelidikan di internal partai terhadap kasus yang melibatkan kadernya itu.
Sementara itu, terkait dengan dugaann PKS ada skenario politik di balik kasus daging impor yang melibatkan kadernya itu, Toto tidak sependapat. Dirinya yakin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mungkin menetapkan seseorang sebagai tersangka tanpa alat bukti yang kuat. "Karena itu, Luthfi sulit untuk menghindar," pungkasnya.
Seperti diketahui, setelah melalu pembahasan di Majelis Syuro PKS, Anis Matta akhirnya dipercaya menjadi Presiden PKS yang baru.Luthfi Hasan Ishaaq sendiri sebelumnya menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden PKS dengan alasan ingin konsentrasi terhadap kasus hukum tengah dijalaninya di KPK terkait kasus daging impor.
Sementara itu, sebelum ditetapkan sebagai Presiden PKS yang baru, Anis Matta menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS. Saat ini yang bersangkutan juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR.
Direktur Eksekutif Sugeng Sarjadi Sindycate (SSS) Toto Sugiarto mengatakan, citra PKS sudah dipandang buruk oleh masyarakat, akibat Presiden PKS sebelumnya terseret persoalan kasus daging impor tersebut.
"Bagaimana cara membersihkan partai? Apa yang seharusnya dilakukan Presiden PKS yang baru? Yang seharusnya dilakukan adalah secepatnya melakukan bersih-bersih," kata Toto saat dihubungi dari Gedung DPR, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Menurutnya, bersih-bersih di internal PKS harus dijalankan secara tuntas. Dia mengatakan, Anis Matta harus secepatnya melakukan penyelidikan di internal partai terhadap kasus yang melibatkan kadernya itu.
Sementara itu, terkait dengan dugaann PKS ada skenario politik di balik kasus daging impor yang melibatkan kadernya itu, Toto tidak sependapat. Dirinya yakin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mungkin menetapkan seseorang sebagai tersangka tanpa alat bukti yang kuat. "Karena itu, Luthfi sulit untuk menghindar," pungkasnya.
Seperti diketahui, setelah melalu pembahasan di Majelis Syuro PKS, Anis Matta akhirnya dipercaya menjadi Presiden PKS yang baru.Luthfi Hasan Ishaaq sendiri sebelumnya menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden PKS dengan alasan ingin konsentrasi terhadap kasus hukum tengah dijalaninya di KPK terkait kasus daging impor.
Sementara itu, sebelum ditetapkan sebagai Presiden PKS yang baru, Anis Matta menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS. Saat ini yang bersangkutan juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR.
(mhd)