Menteri dari PKS diminta tidak terbawa situasi
Rabu, 30 Januari 2013 - 12:07 WIB
Menteri dari PKS diminta tidak terbawa situasi
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta, agar menterinya maupun seluruh kader untuk semakin giat bekerja di akhir masa jabatannya.
Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid mengatakan, hal ini dilakukan untuk memastikan, hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tidak benar khususnya bagi PKS. menurutnya, sejak awal PKS telah meminta agar kader maupun menterinya bekerja hingga akhir masa jabatannya.
"Kepada seluruh kader kami, agar semakin giat di tahun-tahun terakhir, agar kita bisa happy ending," ucapnya kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013).
Hidayat menjelaskan, meski di tahun ini akan menjadi tahun politik, maka partainya tetap akan fokus dengan kinerjanya sebagai pejabat negara.
"Jadi walaupun tahun ini disebut sebagai tahun politik bukan berati kita harus menghianati rakyat," tandasnya.
Sebelumnya, dari hasil riset LSI menyebutkan, saat ini sudah tidak ada lagi harapan yang bisa dibanggakan oleh masyarakat untuk perbaikan bangsa. Publik juga merasa apatis dengan kepemimpinan SBY.
Peneliti dari LSI, Ardian Sopian mengatakan, dari hasil riset diketahui sebanyak 66,55 persen publik tidak yakin kondisi Indonesia setahun ke depan menjelang Pemilu 2014 akan semakin baik.
Sebab, menjelang Pemilu 2014 kinerja para menteri mulai tidak fokus lagi, mereka lebih sibuk mengurusi partai politik (Parpol) ketimbang pemerintahan.
Ketua Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid mengatakan, hal ini dilakukan untuk memastikan, hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tidak benar khususnya bagi PKS. menurutnya, sejak awal PKS telah meminta agar kader maupun menterinya bekerja hingga akhir masa jabatannya.
"Kepada seluruh kader kami, agar semakin giat di tahun-tahun terakhir, agar kita bisa happy ending," ucapnya kepada wartawan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013).
Hidayat menjelaskan, meski di tahun ini akan menjadi tahun politik, maka partainya tetap akan fokus dengan kinerjanya sebagai pejabat negara.
"Jadi walaupun tahun ini disebut sebagai tahun politik bukan berati kita harus menghianati rakyat," tandasnya.
Sebelumnya, dari hasil riset LSI menyebutkan, saat ini sudah tidak ada lagi harapan yang bisa dibanggakan oleh masyarakat untuk perbaikan bangsa. Publik juga merasa apatis dengan kepemimpinan SBY.
Peneliti dari LSI, Ardian Sopian mengatakan, dari hasil riset diketahui sebanyak 66,55 persen publik tidak yakin kondisi Indonesia setahun ke depan menjelang Pemilu 2014 akan semakin baik.
Sebab, menjelang Pemilu 2014 kinerja para menteri mulai tidak fokus lagi, mereka lebih sibuk mengurusi partai politik (Parpol) ketimbang pemerintahan.
(maf)