Kadernya dikabarkan ditangkap KPK, PKS merasa difitnah

Rabu, 30 Januari 2013 - 10:57 WIB
Kadernya dikabarkan...
Kadernya dikabarkan ditangkap KPK, PKS merasa difitnah
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap beberapa orang yang diduga sedang melakukan transaksi suap di Hotel Le Meridien, pada Selasa 29 Januari 2013, kemarin malam.

Berdasarkan informasi yang berkembang, uang suap itu disiapkan untuk politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Komisi IV, namun mendengar hal itu Ketua Fraksi PKS DPR, Hidayat Nur Wahid (HNW) menegaskan itu adalah fitnah.

"Jelas kalau ada yang mengkaitkan (penangkapan) dengan PKS ini fitnah kepada PKS," jelas Hidayat kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013).

Pria yang akrab disapa HNW ini pun juga mengklaim bahwa KPK telah mengklarifikasi jika yang ditangkap bukan dari partai berbasis Islam tersebut.

"Bahkan jika dikatakan saja Pak Johan Budi (Juru Bicara KPK), tidak berani menyebutkan dan Johan Budi sudah mengatakan bukan PKS," tegasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, KPK berhasil menangkap sejumlah orang yang diduga kuat tengah melakukan aksi suap di Hotel Le Meredien, Jakarta. Pagi ini, sejumlah orang yang ditangkap itu masih diperiksa oleh tim penyidik KPK.

Di antaranya terdapat tiga pria dan satu perempuan. Dua pria bernama Ahmad dan Sahruddin. Ahmad diduga seorang pengusaha di PT Indoguna Utama, perusahaan yang bergerak di bidang komoditi daging potong, sedangkan Sahruddin sopir Ahmad.

Seorang wanita diketahui bernama Ranny. Peran Ranny sendiri belum diketahui secara pasti. Yang jelas, saat saat diboyong ke kantor KPK, Ranny terlihat mengenakan pakaian seksi. Sementara satu orang lagi yang ikut diseret KPK itu belum diketahui identitasnya secara jelas.

Saat meringkus Ahmad, Sahruddin, dan Ranny petugas berhasil mengamankan sejumlah uang yang ditaksir sekitar Rp1 miliar. Uang pecahan Rp100 ribu tersebut tersimpan dalam dua kantong plastik besar. Satu berwarna putih, satu lagi warna hitam.

Petugas juga mengamankan sejumlah dokumen yang disimpan dalam sebuah tas koper hitam dan kantong plastik putih transparan. Selain itu, ada juga dua buku tabungan.
(maf)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved