Menteri kampanye saat hari kerja akan ditegur
Selasa, 29 Januari 2013 - 19:10 WIB
Menteri kampanye saat hari kerja akan ditegur
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengaku akan tetap bekerja maksimal di dalam tahun politik ini.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini pun mengaku siap ditegur, jika dirinya kedapatan sedang berkampanye menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, saat hari kerja.
Selain itu, dia mengimbau, agar menteri lainnya yang berasal dari partai politik (Parpol) yang berbeda, juga ditegur. "Kalau pada hari-hari kerja masih kampanye juga, tegur saja," kata Agung di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2013).
Menurutnya, tiap partai pun akan memberi teguran kepada menteri atau kadernya yang duduk di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. "Dari partai juga akan memberikan teguran, iya. Kan sudah diberi waktu, alokasinya Jumat, Sabtu, dan Minggu," ucapnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, masyarakat makin khawatir dengan kinerja para menterinya yang duduk di KIB jilid II.
Hal demikian berdasarkan hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Dari survei tersebut, sebanyak 86,35 persen, publik khawatir para menteri di kabinet sekarang akan tetap fokus bekerja menjalankan tugas kementeriannya.
Sementara, publik yang masih tetap yakin bahwa para Menteri akan tetap bekerja maksimal, hanya 10,79 persen.
"Publik meyakini bahwa para Menteri akan lebih fokus membantu partainya dalam menghadapi Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden ketimbang mengurusi tugas dan kewajibannya sebagai pembantu Presiden dan bekerja sebagai pelayan publik," kata peneliti LSI Ardian Sopa, di kawasan Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (29/1/2013).
Sementara, Presiden SBY memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi segera membuat peraturan presiden (perpres) untuk menentukan cuti dan jadwal kampanye para menteri dari parpol.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini pun mengaku siap ditegur, jika dirinya kedapatan sedang berkampanye menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, saat hari kerja.
Selain itu, dia mengimbau, agar menteri lainnya yang berasal dari partai politik (Parpol) yang berbeda, juga ditegur. "Kalau pada hari-hari kerja masih kampanye juga, tegur saja," kata Agung di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2013).
Menurutnya, tiap partai pun akan memberi teguran kepada menteri atau kadernya yang duduk di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. "Dari partai juga akan memberikan teguran, iya. Kan sudah diberi waktu, alokasinya Jumat, Sabtu, dan Minggu," ucapnya.
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, masyarakat makin khawatir dengan kinerja para menterinya yang duduk di KIB jilid II.
Hal demikian berdasarkan hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Dari survei tersebut, sebanyak 86,35 persen, publik khawatir para menteri di kabinet sekarang akan tetap fokus bekerja menjalankan tugas kementeriannya.
Sementara, publik yang masih tetap yakin bahwa para Menteri akan tetap bekerja maksimal, hanya 10,79 persen.
"Publik meyakini bahwa para Menteri akan lebih fokus membantu partainya dalam menghadapi Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden ketimbang mengurusi tugas dan kewajibannya sebagai pembantu Presiden dan bekerja sebagai pelayan publik," kata peneliti LSI Ardian Sopa, di kawasan Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (29/1/2013).
Sementara, Presiden SBY memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi segera membuat peraturan presiden (perpres) untuk menentukan cuti dan jadwal kampanye para menteri dari parpol.
(maf)