ICW: Karena uang, membuat modal sosial tenggelam
Senin, 28 Januari 2013 - 03:01 WIB
ICW: Karena uang, membuat modal sosial tenggelam
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menegaskan, uang masih menjadi komoditi utama dalam dunia politik di Indonesia.
Koordinator ICW Danang Widyoko mengatakan, akibatnya membuat modal sosial yang dimiliki seorang figur menjadi tidak berarti alias tenggelam. Karena partai politik (Parpol) menganggap, bahwa uang merupakan faktor utama.
"Semua yang memiliki banyak uang pasti akan dengan mudah diterima oleh berbagai kalangan di parpol. Sedangkan, coba menyambut aktivis yang memiliki kompetensi, tidak pernah tuh langsung diajak oleh parpol," ucapnya, dalam diskusi "Mengulas dugaan mengakarnya budaya kolusi di lembaga tinggi negara" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2013).
Karena itu dia mengaku pesimis terhadap parpol yang ada saat ini. Karena masih mengutamakan uang yang dominan untuk kekuasaan.
Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Yudi Latief menambahkan, hingga saat ini uang menjadi salah satu alat pemenangan utama parpol, dan mengenai hal itu belum ada pembatasan dalam UU Pemilu.
"Sejauh ini undang-undang Pemilu kita belum menyentuh aspek-aspek penting. Karena selama ini sumbernya parpol untuk menang masih pada uang," jelas Yudi dalam diskusi Yellow Forum for Young Leader dengan tema Urgensi penguatan demokrasi Indonesia di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Selatan.
Koordinator ICW Danang Widyoko mengatakan, akibatnya membuat modal sosial yang dimiliki seorang figur menjadi tidak berarti alias tenggelam. Karena partai politik (Parpol) menganggap, bahwa uang merupakan faktor utama.
"Semua yang memiliki banyak uang pasti akan dengan mudah diterima oleh berbagai kalangan di parpol. Sedangkan, coba menyambut aktivis yang memiliki kompetensi, tidak pernah tuh langsung diajak oleh parpol," ucapnya, dalam diskusi "Mengulas dugaan mengakarnya budaya kolusi di lembaga tinggi negara" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2013).
Karena itu dia mengaku pesimis terhadap parpol yang ada saat ini. Karena masih mengutamakan uang yang dominan untuk kekuasaan.
Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Yudi Latief menambahkan, hingga saat ini uang menjadi salah satu alat pemenangan utama parpol, dan mengenai hal itu belum ada pembatasan dalam UU Pemilu.
"Sejauh ini undang-undang Pemilu kita belum menyentuh aspek-aspek penting. Karena selama ini sumbernya parpol untuk menang masih pada uang," jelas Yudi dalam diskusi Yellow Forum for Young Leader dengan tema Urgensi penguatan demokrasi Indonesia di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta Selatan.
(maf)