Hanya mengandalkan uang, parpol tidak bisa diharapkan
Senin, 28 Januari 2013 - 05:31 WIB
Hanya mengandalkan uang, parpol tidak bisa diharapkan
A
A
A
Sindonews.com - Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 sudah di depan mata. Diharapkan, partai politik (Parpol) bisa benar-benar memanfaatkan momentum yang ada, untuk selektif menjaring calon legislatif (Caleg).
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Bagus Takwin menjelaskan, jika parpol masih berorientasi pada uang dalam merekrut caleg, itu berarti sudah tidak ada yang bisa diharapkan lagi dari parpol.
"Kalau memang uang masih menjadi ukuran parpol untuk maju sebagai caleg, itu berarti sudah enggak ada yang bisa diharapkan lagi," ujarnya, saat berbincang dengan Sindonews, Minggu (27/1/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, walaupun dalam berpolitik itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Namun, sudah seharusnya parpol membuka pintu bagi mereka yang mempunyai track record baik dan mempunyai kapasitas, untuk menjadi caleg.
"Meskipun kita tidak bisa mengandalkan orang baik dengan adanya uang saja. Nantinya yang menjadi caleg adalah hanya orang-orang yang punya uang saja, entah itu uangnya halal atau tidak, mesikpun itu soal lain," pungkasnya.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Bagus Takwin menjelaskan, jika parpol masih berorientasi pada uang dalam merekrut caleg, itu berarti sudah tidak ada yang bisa diharapkan lagi dari parpol.
"Kalau memang uang masih menjadi ukuran parpol untuk maju sebagai caleg, itu berarti sudah enggak ada yang bisa diharapkan lagi," ujarnya, saat berbincang dengan Sindonews, Minggu (27/1/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, walaupun dalam berpolitik itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Namun, sudah seharusnya parpol membuka pintu bagi mereka yang mempunyai track record baik dan mempunyai kapasitas, untuk menjadi caleg.
"Meskipun kita tidak bisa mengandalkan orang baik dengan adanya uang saja. Nantinya yang menjadi caleg adalah hanya orang-orang yang punya uang saja, entah itu uangnya halal atau tidak, mesikpun itu soal lain," pungkasnya.
(maf)