Laporan hakim menyimpang, KY salahkan proses rekrutmen

Jum'at, 25 Januari 2013 - 13:27 WIB
Laporan hakim menyimpang,...
Laporan hakim menyimpang, KY salahkan proses rekrutmen
A A A
Sindonews.com - Komisi Yudisial (KY) mengakui, jika telah gagal untuk menindaklanjuti laporan para warga atas laporan dugaan pelanggaran kode etik dan perilaku para hakim.

Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh menjelaskan, dari sejumlah laporan yang masuk, hanya beberapa saja yang dapat diselesaikan.

"Dari 1000 lebih itu, yang terbukti hanya sedikit,“ kata Imam Anshori dalam acara sosialisasi dengan Lembaga Penelitian dan Peradilan Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (25/1/2013).

Di sisi lain, Imam berusaha menyalahkan banyaknya terjadi pelanggaran hakim itu sendiri dikarenakan proses rekrutmen hakim yang gagal. Menurutnya, dalam rekrutmen hakim, perlu waktu yang lama untuk mendidik calon hakim tersebut.

“Sebetulnya pembinaan hakim itu sangat kurang. Kalau di Belanda, hakim itu setiap tahun masuk kelas untuk meningkatkan pengetahuannya. Kalau di sana, delapan tahun pendidikan baru bisa diangkat sebagai hakim. Di sini, baru dua tahun pendidikan sudah diangkat,“ jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagian besar laporan yang diperoleh KY berkat kesadaran masyarakat atas hukum. Kesadaran ini muncul karena kekecewaan masyarakat terhadap perilaku hakim yang banyak melakukan penyimpangan.

“Masyarakat sudah banyak yang sadar akhirnya melaporkan itu. Kesadaran masyarakat sudah tinggi di sini,“ imbuhnya.

Menurut Imam, laporan tersebut ternyata paling banyak disumbangkan dari pelanggaran hakim yang bertugas di pengadilan umum. “Ada dari agama, tapi lebih banyak dari pengadilan umum,“ pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Parah, 2 Oknum Hakim...
Parah, 2 Oknum Hakim PN Rangkasbitung Ditangkap saat Pesta Sabu
MKH Pecat Hakim Penerima...
MKH Pecat Hakim Penerima Suap Kepengurusan Perkara Dede Suryaman
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, 3 Hakim yang Menyidangkan Ronald Tannur Jadi Tersangka
Janjikan Bantu 11 Perkara,...
Janjikan Bantu 11 Perkara, Hakim Ad Hoc PHI Medan Diberhentikan Tidak Hormat
Menyedihkan, Hakim Paling...
Menyedihkan, Hakim Paling Banyak Terjerat Kasus Korupsi
Dieksekusi ke Lapas...
Dieksekusi ke Lapas Surabaya, Mantan Hakim Itong Masuk Sel Isolasi
Berita Terkini
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
KDKMP Bakal Jadi Pusat...
KDKMP Bakal Jadi Pusat Ekonomi Desa, Mendes: 80% Penghasilan Dikembalikan ke Masyarakat
Tuntas Verifikasi Laporan...
Tuntas Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli, KPK: Hasil Hanya Disampaikan ke Pelapor
Kejagung Tunjuk 9 Eks...
Kejagung Tunjuk 9 Eks Jaksa KPK Tangani Kasus Febrie, Pakar: Harus Jawab Harapan Masyarakat
Wakili 11,7 Juta Suara...
Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Parpol Non-Parlemen Dilibatkan Bahas Revisi UU Pemilu
Infografis
Enea Bastianini Bahas...
Enea Bastianini Bahas Tantangan dan Proses Adaptasi di Tim Ducati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved