Pertarungan Pemilu 2014 di tangan parpol nasionalis
Jum'at, 18 Januari 2013 - 07:47 WIB
Pertarungan Pemilu 2014 di tangan parpol nasionalis
A
A
A
Sindonews.com - Pertarungan di Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang yang melibatkan 10 partai politik (Parpol), diperkirakan akan berlangsung sengit. Pasalnya, pertarungan akan terbagi dua, antara parpol nasionalis dengan parpol berbasis agama.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan, pertarungan yang paling ketat akan terjadi parpol beraliran nasionalis.
"Pertarungan senyatanya akan terjadi di tengah, yakni di antara parpol nasionalis seperti Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP, Partai Nasdem, Partai Gerindra," kata Gun Gun, saat dihubungi Sindonews, Jumat (18/1/2013).
Menurutnya, terciptanya pertarungan yang ketat itu, karena Partai Demokrat yang selama ini menjadi partai pemenang pemilu, kini citranya tengah merosot. Akibatnya, banyak pemilih Demokrat berpaling dan memilih partai lain.
"Demokrat kecenderungannya akan menurun bahkan penurunannya bisa sampai tujuh hingga 10 persen. Sedangkan Golkar akan naik sebagai partai, tetapi sangat mungkin turun, jika Ical tetap mengajukan dirinya sebagai capres (calon presiden)," pungkasnya.
Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan, pertarungan yang paling ketat akan terjadi parpol beraliran nasionalis.
"Pertarungan senyatanya akan terjadi di tengah, yakni di antara parpol nasionalis seperti Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP, Partai Nasdem, Partai Gerindra," kata Gun Gun, saat dihubungi Sindonews, Jumat (18/1/2013).
Menurutnya, terciptanya pertarungan yang ketat itu, karena Partai Demokrat yang selama ini menjadi partai pemenang pemilu, kini citranya tengah merosot. Akibatnya, banyak pemilih Demokrat berpaling dan memilih partai lain.
"Demokrat kecenderungannya akan menurun bahkan penurunannya bisa sampai tujuh hingga 10 persen. Sedangkan Golkar akan naik sebagai partai, tetapi sangat mungkin turun, jika Ical tetap mengajukan dirinya sebagai capres (calon presiden)," pungkasnya.
(maf)