Polri akui pemilu rentan kejahatan

Rabu, 16 Januari 2013 - 17:13 WIB
Polri akui pemilu rentan...
Polri akui pemilu rentan kejahatan
A A A
Sindonews.com - Kapolri Jendral Pol Timur Pradopo mengakui bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) rawan dengan kejahatan. Karenanya Polri merasa perlu melakukan kerjasama antara kepolisian, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hingga Kejaksaan Agung (Kejagung).

Tak hanya itu, menurut Timur, peran partai politik (Parpol) sebagai peserta Pemilu juga harus dapat membantu menghilangkan kejahatan dalam pesta demokrasi tersebut.

"Setiap tahapan ada kerawanan, seperti kemarin tahapan penentuan partai peserta pemilu. Ya tentunya polri dalam hal ini mengajak peserta pemilu sebagai bagian dari proses pengamanan pemilu itu sendiri. Jadi bukan hanya polri saja, peserta-peserta pemilu juga punya pengamanan secara internal, kita akan kerja sama nanti," jelas Timur kepada wartawan di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/1/2013).

Karena mengetahui rawan kejahatan, maka Polri akan membentuk pelatihan kepada anggotanya serta mengadakan simulasi dengan berbagai lembaga guna menyiapkan penyelenggaraan Pemilu 2014.

"Ini kan pemilu sudah kita lakukan tiga kali ya. Pasti nanti kita akan lakukan pelatihan-pelatihan, kemudian ada simulasi, ada rapat-rapat koordinasi, itu yang akan kita lakukan nanti. Sehingga setiap tahapan pemilu nanti berjalan dengan aman dan sukses," terangnya.

Sementara itu, ketika ditanya siapa saja yang akan mengikuti pelatihan tersebut, Timur mengatakan bahwa mereka yang menjadi peserta pemilu akan dilatih dalam rangka menjaga keamanan penyelenggaraan pemilu.

"Ya tentunya peserta pemilu kan punya pengamanan internal, itu kita latih juga nanti. Pelatihan pengamanan khusus untuk pemilu, sehingga nanti ada kesepahaman dalam pengamanan pemilu."

"Kita terbuka (pelatihan) ya terkait pengamanan dan apa yang akan dilakukan polri. Kita mulai kan dari mengajak secara preventif sebagai bagian dari pencegahan, kalau ada yang melanggar hukum ya akan kita proses sesuai ketentuan, dan tentu semua muaranya di peradilan," lanjutnya.
(kri)
Berita Terkait
Pemerintah Belum Tuntaskan...
Pemerintah Belum Tuntaskan Hak 2.747 Penyelenggara Pemilu 2014
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Bayar Uang Penghargaan Penyelenggara Pemilu 2014
Kebocoran Data Pemilih...
Kebocoran Data Pemilih Pemilu 2014, Ini Kata KPU DIY
Capaian Partai Gerindra...
Capaian Partai Gerindra di Pemilu 2009, 2014, dan 2019
Peretas Diduga Bobol...
Peretas Diduga Bobol Data Pemilih Pemilu 2014 Melalui KPU
Data Pemilih Pemilu...
Data Pemilih Pemilu 2014 Diduga Dibobol, Termasuk DPT Bantul
Berita Terkini
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Infografis
8 Kepolisian Terbaik...
8 Kepolisian Terbaik di Dunia 2025, Apakah Polri Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved