Seleksi partai di tangan masyarakat, bukan KPU
Rabu, 09 Januari 2013 - 19:33 WIB
Seleksi partai di tangan masyarakat, bukan KPU
A
A
A
Sindonews.com - Partai Kedaulatan Indonesia Baru (PKBIB) tidak menolak adanya opini penyederhanaan jumlah partai politik (Parpol) yang ikut Pemilu 2014, namun hal itu yang menentukan rakyat bukan di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Ketua Umum PKBIB Yenny Wahid mengatakan, penyederhanaan parpol yang dilakukan KPU terindikasi kuat adanya kecurangan khususnya di tingkat daerah.
"Penyederhanaan sudah terjadi oleh rakyat, kenapa digunakan cara curang seperti ini," kata Yenny, di Kantor PKPI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2013).
Menurutnya, penyederhanaan parpol terus terjadi setiap tahunnya, meski jumlah parpol peserta tidak kurang dari 30 Parpol. Tetapi hasilnya tidak lebih dari 10 Parpol yang akhirnya masuk di parlemen.
"Kalau ada penyederhanaan dari Pemilu, toh dari hasil Pemilu sejak tahun 1999 sampai sekarang ada penyederhanaan secara alami dari partai yang ikut selalu banyak, lebih dari 30, tetapi yang punya kursi (DPR/DPRD) enggak lebih dari 10," ucapnya.
Dia mengimbau, agar KPU mengikutsertakan 24 parpol yang semula tidak lolos verifikasi dan biarkan rakyat yang memilih untuk menyederhanakan jumlah parpol tersebut.
Terakhir dirinya mengaku ikhlas jika nantinya PKBIB tidak ada yang memilih, yang terpenting menurut putri Abdurrahman Wahid ini ialah, partainya bisa mengikuti Pemilu 2014 dan rakyat yang menilainya.
"Beri saja kesempatan, toh kalau tidak akan ada yang memilih mati sendiri (parpolnya), saya ikhlas kalau partai saya tidak ada yang memilih. Tapi biarkan rakyat yang memilih," tegasnya.
Ketua Umum PKBIB Yenny Wahid mengatakan, penyederhanaan parpol yang dilakukan KPU terindikasi kuat adanya kecurangan khususnya di tingkat daerah.
"Penyederhanaan sudah terjadi oleh rakyat, kenapa digunakan cara curang seperti ini," kata Yenny, di Kantor PKPI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2013).
Menurutnya, penyederhanaan parpol terus terjadi setiap tahunnya, meski jumlah parpol peserta tidak kurang dari 30 Parpol. Tetapi hasilnya tidak lebih dari 10 Parpol yang akhirnya masuk di parlemen.
"Kalau ada penyederhanaan dari Pemilu, toh dari hasil Pemilu sejak tahun 1999 sampai sekarang ada penyederhanaan secara alami dari partai yang ikut selalu banyak, lebih dari 30, tetapi yang punya kursi (DPR/DPRD) enggak lebih dari 10," ucapnya.
Dia mengimbau, agar KPU mengikutsertakan 24 parpol yang semula tidak lolos verifikasi dan biarkan rakyat yang memilih untuk menyederhanakan jumlah parpol tersebut.
Terakhir dirinya mengaku ikhlas jika nantinya PKBIB tidak ada yang memilih, yang terpenting menurut putri Abdurrahman Wahid ini ialah, partainya bisa mengikuti Pemilu 2014 dan rakyat yang menilainya.
"Beri saja kesempatan, toh kalau tidak akan ada yang memilih mati sendiri (parpolnya), saya ikhlas kalau partai saya tidak ada yang memilih. Tapi biarkan rakyat yang memilih," tegasnya.
(maf)