SBY terlalu main cantik jalani strategi politiknya
Jum'at, 04 Januari 2013 - 14:46 WIB
SBY terlalu main cantik jalani strategi politiknya
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianggap selalu memainkan politik cantik dengan membangun keharmonisan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Hal itu terlihat dengan cara SBY menentukan posisi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang ditinggalkan Andi Alfian Mallarangeng.
Pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsjah memprediksi, jika nantinya SBY memilih Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini untuk menjabat sebagai Menpora, maka hal itu tidak lebih untuk mengamankan koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Kalau mengganti (Menpora) dengan Pak Helmy, itu hanya untuk mengamankan kursi PKB dalam kabinet serta menjaga keharmonisan di kabinet SBY. Karena SBY kan selalu bermain cantik," jelas Iberamsjah saat dihubungi Sindonews, Jumat (4/1/2013).
Iberamsjah menjelaskan, namun sayangnya politik cantik yang dimainkan SBY jarang mendapat penilaian positif di mata masyarakat. Termasuk jika Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu jadi menunjuk Helmy sebagai Menpora.
"Sayangnya politik cantik Pak SBY selalu gagal, dia selalu bermain cantik tetapi tidak pernah menggolkan ke dalam gawang. Seperti bermain bola, dia kebanyakan gocek tapi tidak mencetak gol, sudah delapan tahun dia memimpin, belum kelihatan hasilnya, termasuk jika nanti memilih Pak Helmy," ucapnya.
lebih lanjut dia berharap, di sisa masa jabatannya yang kurang dari dua tahun ini, SBY mampu menciptakan politik cantiknya menjadi torehan prestasi bagi dirinya.
"Sudahlah Pak SBY kurang dari dua tahun, cari pengganti yang memang tegas. Pak Helmy kan sudah terlihat kinerjanya di Menteri PDT," pungkasnya.
Pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsjah memprediksi, jika nantinya SBY memilih Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini untuk menjabat sebagai Menpora, maka hal itu tidak lebih untuk mengamankan koalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Kalau mengganti (Menpora) dengan Pak Helmy, itu hanya untuk mengamankan kursi PKB dalam kabinet serta menjaga keharmonisan di kabinet SBY. Karena SBY kan selalu bermain cantik," jelas Iberamsjah saat dihubungi Sindonews, Jumat (4/1/2013).
Iberamsjah menjelaskan, namun sayangnya politik cantik yang dimainkan SBY jarang mendapat penilaian positif di mata masyarakat. Termasuk jika Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu jadi menunjuk Helmy sebagai Menpora.
"Sayangnya politik cantik Pak SBY selalu gagal, dia selalu bermain cantik tetapi tidak pernah menggolkan ke dalam gawang. Seperti bermain bola, dia kebanyakan gocek tapi tidak mencetak gol, sudah delapan tahun dia memimpin, belum kelihatan hasilnya, termasuk jika nanti memilih Pak Helmy," ucapnya.
lebih lanjut dia berharap, di sisa masa jabatannya yang kurang dari dua tahun ini, SBY mampu menciptakan politik cantiknya menjadi torehan prestasi bagi dirinya.
"Sudahlah Pak SBY kurang dari dua tahun, cari pengganti yang memang tegas. Pak Helmy kan sudah terlihat kinerjanya di Menteri PDT," pungkasnya.
(maf)