Reshuffle kabinet dianggap kadaluwarsa
Sabtu, 29 Desember 2012 - 16:17 WIB
Reshuffle kabinet dianggap kadaluwarsa
A
A
A
Sindonews.com - Reshuffle kabinet yang digembar-gemborkan selama ini dinilai telah kadaluwarsa. Namun, jika hal itu tidak dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maka akan membebani kinerjanya yang hanya tersisa satu tahun setengah itu.
"Isu untuk reshuffle telat tetapi kalau tidak diambil sikap untuk mereshuffle akan membebani kabinet SBY sebelum dia menghabiskan masa jabatan di 2014," kata Pengamat Politik asal Lemebaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi usai mengikuti seminar Budaya Politik Indonesia dan Kelas Menengah di Gren Alia Cikini, Jalan Raya Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/12/2012).
Dia menambahkan, alasan pertama SBY akan melakukan perombakan ialah untuk mengisi kursi kekosongan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang ditinggalkan Andi Alfian Mallarangeng usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus sport center Hambalang, oleh KPK.
"Jadi gini, kita melihat isu pertama perombakan kabinet di Presiden SBY ini, karena masalah Pak Andi Mallarangeng. Ada kekosongan di kursi Menpora," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, agar SBY tidak hanya melakukan reshuffle pada kursi Menpora yang kini tidak berpenghuni, namun di beberapa pos yang memang kinerja kementeriannya selama ini dianggap kurang maksimal.
"Tapi seharusnya tidak sekedar di kursinya Pak Andi, tetapi juga merombak kementerian yang tidak perform," jelasnya.
Dengan begitu, dia berharap apa yang dilakukan SBY kali ini merupakan ajak pembenahan kinerja kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II yang hanya tersisa satu tahun setengah ini.
"Saya berharap dengan adanya reshuffle itu, nanti maka harus dipakai untuk melakukan pembenahan di semua kementerian," pungkasnya.
"Isu untuk reshuffle telat tetapi kalau tidak diambil sikap untuk mereshuffle akan membebani kabinet SBY sebelum dia menghabiskan masa jabatan di 2014," kata Pengamat Politik asal Lemebaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi usai mengikuti seminar Budaya Politik Indonesia dan Kelas Menengah di Gren Alia Cikini, Jalan Raya Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/12/2012).
Dia menambahkan, alasan pertama SBY akan melakukan perombakan ialah untuk mengisi kursi kekosongan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang ditinggalkan Andi Alfian Mallarangeng usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus sport center Hambalang, oleh KPK.
"Jadi gini, kita melihat isu pertama perombakan kabinet di Presiden SBY ini, karena masalah Pak Andi Mallarangeng. Ada kekosongan di kursi Menpora," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, agar SBY tidak hanya melakukan reshuffle pada kursi Menpora yang kini tidak berpenghuni, namun di beberapa pos yang memang kinerja kementeriannya selama ini dianggap kurang maksimal.
"Tapi seharusnya tidak sekedar di kursinya Pak Andi, tetapi juga merombak kementerian yang tidak perform," jelasnya.
Dengan begitu, dia berharap apa yang dilakukan SBY kali ini merupakan ajak pembenahan kinerja kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II yang hanya tersisa satu tahun setengah ini.
"Saya berharap dengan adanya reshuffle itu, nanti maka harus dipakai untuk melakukan pembenahan di semua kementerian," pungkasnya.
(mhd)