DPR kecewa pungli di KUA
Sabtu, 29 Desember 2012 - 14:19 WIB
DPR kecewa pungli di KUA
A
A
A
Sindonews.com - Anggota DPR merasa kecewa dengan pungutan liar (pungli) yang terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA). Namun, dia mengapresiasi tindakan Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Agama (Kemenag) yang melakukan pengawasan secara independent.
"Terkait dengan pungutan liar yang masih terjadi di Kementerian Agama (Kemenag) tentunya kita semua merasa kecewa dengan para birokrat ini. Namun, saya cukup mengapresiasi Irjen Kementrian Agama yang secara indenpendent melakukan pengawasan yang cukup bagus dengan menemukan rekening tidak wajar yang dimiliki oleh pegawai Kemenag," kata Anggota Komisi VIII DPR Inggrid Kansil kepada Sindonews, Sabtu (29/12/2012).
Dia mengimbau, setiap tindakan korupsi dapat dituntaskan termasuk pungli tersebut. "Tentunya kita semua menginginkan baik pungli maupun korupsi yang terjadi ini bisa dikikis," harapannya.
Dia juga menuntut, Menteri Agama (Menag) Suryadhama Ali (SDA) untuk segera mengambil tindakan yang tegas untuk menghukum anak buahnya itu, agar tidak ada lagi pungli di KUA yang berdampak kepada citra kementerian.
"Hemat saya, Menteri Agama (Menag SDA) harus lebih tegas pada kejadian-kejadian seperti ini, bila perlu dipecat saja pegawai yang melakukan pungli. Karena mencemarkan nama baik Kementrian Agama," tuturnya.
Maka itu, sesegera mungkin SDA menindak para oknum penghulu yang dapat membuat kinerja SDA terpuruk di mata masyarakat. "Jangan sampai kinerja baik menteri tercoreng oleh ulah segelintir birokrat di Kemenag," ujarnya.
Dia juga mengimbau, kepada seluruh elemen masyarakat supaya berani melaporkan tindakan pungli tersebut. Yang jadi masalah, jika masyarakat berpandangan itu sebagai sesuatu yang sudah biasa.
"Dan yang paling penting masyarakat juga harus berani membuka perkara, jika terkena pungli yang tidak jelas. Karena peluang ini bisa terjadi kalau masyarakat yang dikenai pungli juga merasa tidak ada masalah dan dianggap sesuatu yang lumrah," kata politikus Partai Demokrat itu.
Maka itu, dia memesan, sehingga memang reformasi birokrasi itu dapat dilakukan dua arah. "Yakni yang pertama dari tubuh kementerian itu dan yang kedua ada dorongan kuat dari masyarakat," harapnya.
"Terkait dengan pungutan liar yang masih terjadi di Kementerian Agama (Kemenag) tentunya kita semua merasa kecewa dengan para birokrat ini. Namun, saya cukup mengapresiasi Irjen Kementrian Agama yang secara indenpendent melakukan pengawasan yang cukup bagus dengan menemukan rekening tidak wajar yang dimiliki oleh pegawai Kemenag," kata Anggota Komisi VIII DPR Inggrid Kansil kepada Sindonews, Sabtu (29/12/2012).
Dia mengimbau, setiap tindakan korupsi dapat dituntaskan termasuk pungli tersebut. "Tentunya kita semua menginginkan baik pungli maupun korupsi yang terjadi ini bisa dikikis," harapannya.
Dia juga menuntut, Menteri Agama (Menag) Suryadhama Ali (SDA) untuk segera mengambil tindakan yang tegas untuk menghukum anak buahnya itu, agar tidak ada lagi pungli di KUA yang berdampak kepada citra kementerian.
"Hemat saya, Menteri Agama (Menag SDA) harus lebih tegas pada kejadian-kejadian seperti ini, bila perlu dipecat saja pegawai yang melakukan pungli. Karena mencemarkan nama baik Kementrian Agama," tuturnya.
Maka itu, sesegera mungkin SDA menindak para oknum penghulu yang dapat membuat kinerja SDA terpuruk di mata masyarakat. "Jangan sampai kinerja baik menteri tercoreng oleh ulah segelintir birokrat di Kemenag," ujarnya.
Dia juga mengimbau, kepada seluruh elemen masyarakat supaya berani melaporkan tindakan pungli tersebut. Yang jadi masalah, jika masyarakat berpandangan itu sebagai sesuatu yang sudah biasa.
"Dan yang paling penting masyarakat juga harus berani membuka perkara, jika terkena pungli yang tidak jelas. Karena peluang ini bisa terjadi kalau masyarakat yang dikenai pungli juga merasa tidak ada masalah dan dianggap sesuatu yang lumrah," kata politikus Partai Demokrat itu.
Maka itu, dia memesan, sehingga memang reformasi birokrasi itu dapat dilakukan dua arah. "Yakni yang pertama dari tubuh kementerian itu dan yang kedua ada dorongan kuat dari masyarakat," harapnya.
(mhd)