Indonesia dinilai boros dengan tiga parlemen
Sabtu, 29 Desember 2012 - 11:29 WIB
Indonesia dinilai boros dengan tiga parlemen
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia dinilai melakukan pemborosan dengan keberadaan tiga parlemen, yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Hal itu disampaikan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris. Menurutnya tiga parlemen itu tidak terlihat produktivitasnya dalam menjalankan tugas dan terkesan tumpang tindih.
"Ada tiga kamar parlemen yang ada di Indonesia yakni DPR, MPR, DPD, tentu ini tumpang tindih dan tidak produktif dengan hasil tidak ada apa-apa," kata Syamsuddin dalam seminar Budaya Politik Indonesia dan Kelas Menengah di Gren Alia Cikini, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/12/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, sebenarnya apa tugas dan peran pokok dari DPD setelah dibangun selama delapan tahun.
"Ada lagi ini DPD, saya tidak melihat peran mereka. Tidak jelas DPD ini, seperti tumpang tindih dengan yang sudah ada," ucapnya.
Karenanya, dengan adanya tiga parlemen, Syamsuddin mengatakan bahwa hal ini sama saja dengan membodohi diri sendiri, mengingat produktivitas ketiganya tidak terlihat.
"Kita lihat yang pada pada tiga parlemen ini seperti kita sedang membodohi diri sendiri karena membuat tiga parlemen tapi tidak jelas," pungkasnya.
Hal itu disampaikan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris. Menurutnya tiga parlemen itu tidak terlihat produktivitasnya dalam menjalankan tugas dan terkesan tumpang tindih.
"Ada tiga kamar parlemen yang ada di Indonesia yakni DPR, MPR, DPD, tentu ini tumpang tindih dan tidak produktif dengan hasil tidak ada apa-apa," kata Syamsuddin dalam seminar Budaya Politik Indonesia dan Kelas Menengah di Gren Alia Cikini, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (29/12/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, sebenarnya apa tugas dan peran pokok dari DPD setelah dibangun selama delapan tahun.
"Ada lagi ini DPD, saya tidak melihat peran mereka. Tidak jelas DPD ini, seperti tumpang tindih dengan yang sudah ada," ucapnya.
Karenanya, dengan adanya tiga parlemen, Syamsuddin mengatakan bahwa hal ini sama saja dengan membodohi diri sendiri, mengingat produktivitas ketiganya tidak terlihat.
"Kita lihat yang pada pada tiga parlemen ini seperti kita sedang membodohi diri sendiri karena membuat tiga parlemen tapi tidak jelas," pungkasnya.
(maf)