Kementerian malas, karena kepemimpinan SBY lemah
Selasa, 25 Desember 2012 - 08:45 WIB
Kementerian malas, karena kepemimpinan SBY lemah
A
A
A
Sindonews.com - Menurut catatan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), enam kementerian dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II, masuk dalam kategori malas.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah mengatakan, enam kementerian yang dikatakan masuk kategori malas tersebut, muaranya ada pada kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Jika dikatakan ini kelemahan SBY, hal itu bisa jadi, karena ini juga terkait dengan kepemimpinannya. Karena kinerja kabinet saat ini berada di tangan SBY," kata Iberamsjah saat dihubungi Sindonews, Senin (24/12/2012) malam.
Lebih lanjut dia mengatakan, sebaiknya keenam menteri tersebut, segera memperbaiki kinerjanya. Hal ini harus dilakukan oloh SBY, untuk memotivasi kementeriannya, agar bekerja lebih giat lagi.
"Karena itu, untuk memperbaiki kinerja kabinet Indonesia Bersatu jilid II, SBY harus menggenjot para menterinya, agar kinerja yang ditampilkan baik. apalagi menjelang berakhir masa jabatannya itu, sebaiknya tunjukkanlah citra yang baik," pungkasnya.
Seperti diketahui, dari catatan Fitra pada Minggu 23 Desember 2013, enam kementerian yang dikatakan malas adalah Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera), Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Negara Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemeneg PDT), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra).
"Catatan Seknas Fitra berdasarkan laporan realisasi anggaran semester I terhadap kinerja anggaran kementerian, hingga pertengahan Tahun 2012 belum mencapai 50 persen, sebagaimana yang ditargetkan," kata Koordinator Riset Fitra, Maulana, dalam konferensi pers Catatan Akhir Tahun Anggaran 2012 di Sekretariat Nasional (Seknas) Fitra, Mampang, Jakarta Selatan.
Terakhir dia menjelaskan, dari hasil riset tersebut menunjukkan, kasus realisasi anggaran terulang seperti tahun lalu. Hanya menyerap anggaran kurang dari 20 persen, mengindikasikan kinerja kementerian yang malas.
“Kemenpera, Kemenpora, ESDM, Kementerian PDT, Kemenbudpar, Kemenkokesra. Buruknya kinerja penyerapan anggaran Kementerian ini menjadi salah satu sebab terulangnya kasus realisasi anggaran seperti tahun lalu," ucapnya.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah mengatakan, enam kementerian yang dikatakan masuk kategori malas tersebut, muaranya ada pada kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Jika dikatakan ini kelemahan SBY, hal itu bisa jadi, karena ini juga terkait dengan kepemimpinannya. Karena kinerja kabinet saat ini berada di tangan SBY," kata Iberamsjah saat dihubungi Sindonews, Senin (24/12/2012) malam.
Lebih lanjut dia mengatakan, sebaiknya keenam menteri tersebut, segera memperbaiki kinerjanya. Hal ini harus dilakukan oloh SBY, untuk memotivasi kementeriannya, agar bekerja lebih giat lagi.
"Karena itu, untuk memperbaiki kinerja kabinet Indonesia Bersatu jilid II, SBY harus menggenjot para menterinya, agar kinerja yang ditampilkan baik. apalagi menjelang berakhir masa jabatannya itu, sebaiknya tunjukkanlah citra yang baik," pungkasnya.
Seperti diketahui, dari catatan Fitra pada Minggu 23 Desember 2013, enam kementerian yang dikatakan malas adalah Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera), Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Negara Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemeneg PDT), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra).
"Catatan Seknas Fitra berdasarkan laporan realisasi anggaran semester I terhadap kinerja anggaran kementerian, hingga pertengahan Tahun 2012 belum mencapai 50 persen, sebagaimana yang ditargetkan," kata Koordinator Riset Fitra, Maulana, dalam konferensi pers Catatan Akhir Tahun Anggaran 2012 di Sekretariat Nasional (Seknas) Fitra, Mampang, Jakarta Selatan.
Terakhir dia menjelaskan, dari hasil riset tersebut menunjukkan, kasus realisasi anggaran terulang seperti tahun lalu. Hanya menyerap anggaran kurang dari 20 persen, mengindikasikan kinerja kementerian yang malas.
“Kemenpera, Kemenpora, ESDM, Kementerian PDT, Kemenbudpar, Kemenkokesra. Buruknya kinerja penyerapan anggaran Kementerian ini menjadi salah satu sebab terulangnya kasus realisasi anggaran seperti tahun lalu," ucapnya.
(maf)