Evaluasi kinerja kementerian kategori malas
Selasa, 25 Desember 2012 - 09:29 WIB
Evaluasi kinerja kementerian kategori malas
A
A
A
Sindonews.com - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) merilis enam kementerian termalas di Tahun 2012, salah satunya Kementerian Ekonomi Sumber Daya Mineral (ESDM). Kementerian yang dipimpin Jero Wacik ini termasuk kategori kementerian dengan anggaran tertumpuk di akhir tahun.
Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani mengatakan, kementerian yang tidak mampu menyerap anggaran dengan baik, harus dievaluasi. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk memperbaiki kinerja pemerintah yang tinggal beberapa tahun ini.
“Harus dievaluasi menteri-menteri yang tidak mampu menyerap anggaran dengan baik,” kata Dewi melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Selasa (25/12/2012).
Menurutnya, jika anggaran tidak terserap keseluruhan, sama halnya tidak bisa mencapai target yang telah diperjuangkan dalam pembahasan anggaran.
“Artinya tidak mampu mengelola target kementerian dan anggaran yang sudah susah payah di perjuangkan,” ucapnya.
Lebih lanjut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai, jika kementerian tidak maksimal dalam mengelola anggaran maka rakyat yang akan menjadi korban.
“Tentunya hal itu membuat kepentingan rakyat terabaikan dengan kinerja menteri-menteri yang buruk,” pungkasnya.
Seperti diketahui, dari catatan Fitra pada Minggu 23 Desember 2013, enam kementerian yang dikatakan malas adalah Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera), Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Negara Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemeneg PDT), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra).
"Catatan Seknas Fitra berdasarkan laporan realisasi anggaran semester I terhadap kinerja anggaran kementerian, hingga pertengahan Tahun 2012 belum mencapai 50 persen, sebagaimana yang ditargetkan," kata Koordinator Riset Fitra, Maulana, dalam konferensi pers Catatn Akhir Tahun Anggaran 2012 di Sekretarian Nasional (Seknas) Fitra, Mampang, Jakarta Selatan.
Terakhir dia menjelaskan, dari hasil riset tersebut menunjukkan, kasus realisasi anggaran terulang seperti tahun lalu. Hanya menyerap anggaran kurang dari 20 persen, mengindikasikan kinerja kementerian yang malas.
“Kemenpera, Kemenpora, ESDM, Kementerian PDT, Kemenbudpar, Kemenkokesra. Buruknya kinerja penyerapan anggaran Kementerian ini menjadi salah satu sebab terulangnya kasus realisasi anggaran seperti tahun lalu," ucapnya.
Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani mengatakan, kementerian yang tidak mampu menyerap anggaran dengan baik, harus dievaluasi. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk memperbaiki kinerja pemerintah yang tinggal beberapa tahun ini.
“Harus dievaluasi menteri-menteri yang tidak mampu menyerap anggaran dengan baik,” kata Dewi melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Selasa (25/12/2012).
Menurutnya, jika anggaran tidak terserap keseluruhan, sama halnya tidak bisa mencapai target yang telah diperjuangkan dalam pembahasan anggaran.
“Artinya tidak mampu mengelola target kementerian dan anggaran yang sudah susah payah di perjuangkan,” ucapnya.
Lebih lanjut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai, jika kementerian tidak maksimal dalam mengelola anggaran maka rakyat yang akan menjadi korban.
“Tentunya hal itu membuat kepentingan rakyat terabaikan dengan kinerja menteri-menteri yang buruk,” pungkasnya.
Seperti diketahui, dari catatan Fitra pada Minggu 23 Desember 2013, enam kementerian yang dikatakan malas adalah Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera), Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Negara Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemeneg PDT), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra).
"Catatan Seknas Fitra berdasarkan laporan realisasi anggaran semester I terhadap kinerja anggaran kementerian, hingga pertengahan Tahun 2012 belum mencapai 50 persen, sebagaimana yang ditargetkan," kata Koordinator Riset Fitra, Maulana, dalam konferensi pers Catatn Akhir Tahun Anggaran 2012 di Sekretarian Nasional (Seknas) Fitra, Mampang, Jakarta Selatan.
Terakhir dia menjelaskan, dari hasil riset tersebut menunjukkan, kasus realisasi anggaran terulang seperti tahun lalu. Hanya menyerap anggaran kurang dari 20 persen, mengindikasikan kinerja kementerian yang malas.
“Kemenpera, Kemenpora, ESDM, Kementerian PDT, Kemenbudpar, Kemenkokesra. Buruknya kinerja penyerapan anggaran Kementerian ini menjadi salah satu sebab terulangnya kasus realisasi anggaran seperti tahun lalu," ucapnya.
(maf)