Tidak ada kaitannya pemilu dengan kementerian malas
Selasa, 25 Desember 2012 - 08:01 WIB
Tidak ada kaitannya pemilu dengan kementerian malas
A
A
A
Sindonews.com - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyatakan enam kementerian termalas di Tahun 2012. Fitra beralasan, malasnya enam kementerian tersebut karena anggaran tertumpuk di akhir tahun.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah mengatakan, lemahnya kinerja kabinet pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bisa dikaitkan secara langsung dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
"Tidak ada kaitannya kemalasan di kementerian, karena beberapa menterinya mulai sibuk dengan persiapan Pemilu atau Pilpres 2014," kata Iberamsjah saat dihubungi Sindonews, Senin (24/12/2012) malam.
Lebih lanjut dia mengatakan, kemalasan dari enam kementerian tersebut, karena faktor menterinya. Pasalnya, rajin atau tidaknya kementerian yang bersangkutan, ada di pundak menteri.
"Kalau menterinya malas ya terlihat kinerjanya juga, begitupun juga dengan menteri yang rajin. Jadi semuanya itu berbalik pada indivisu menterinya, bukan karena persiapan Pemilu 2014," pungkasnya.
Seperti diketahui, dari catatan Fitra pada Minggu 23 Desember 2013, enam kementerian yang dikatakan malas adalah Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera), Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Negara Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemeneg ESDM), Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemeneg PDT), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra).
"Catatan Seknas Fitra berdasarkan laporan realisasi anggaran semester I terhadap kinerja anggaran kementerian, hingga pertengahan Tahun 2012 belum mencapai 50 persen, sebagaimana yang ditargetkan," kata Koordinator Riset Fitra, Maulana, dalam konferensi pers Catatn Akhir Tahun Anggaran 2012 di Sekretarian Nasional (Seknas) Fitra, Mampang, Jakarta Selatan.
Terakhir dia menjelaskan, dari hasil riset tersebut menunjukkan, kasus realisasi anggaran terulang seperti tahun lalu. Hanya menyerap anggaran kurang dari 20 persen, mengindikasikan kinerja kementerian yang malas.
“Kemenpera, Kemenpora, ESDM, Kemen Pembangunan Daerah Tertinggal, Kemenbudpar, Kemenkokesra. Buruknya kinerja penyerapan anggaran Kementerian ini menjadi salah satu sebab terulangnya kasus realisasi anggaran seperti tahun lalu," pungkasnya.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Iberamsjah mengatakan, lemahnya kinerja kabinet pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bisa dikaitkan secara langsung dengan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
"Tidak ada kaitannya kemalasan di kementerian, karena beberapa menterinya mulai sibuk dengan persiapan Pemilu atau Pilpres 2014," kata Iberamsjah saat dihubungi Sindonews, Senin (24/12/2012) malam.
Lebih lanjut dia mengatakan, kemalasan dari enam kementerian tersebut, karena faktor menterinya. Pasalnya, rajin atau tidaknya kementerian yang bersangkutan, ada di pundak menteri.
"Kalau menterinya malas ya terlihat kinerjanya juga, begitupun juga dengan menteri yang rajin. Jadi semuanya itu berbalik pada indivisu menterinya, bukan karena persiapan Pemilu 2014," pungkasnya.
Seperti diketahui, dari catatan Fitra pada Minggu 23 Desember 2013, enam kementerian yang dikatakan malas adalah Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera), Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Negara Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemeneg ESDM), Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemeneg PDT), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), dan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra).
"Catatan Seknas Fitra berdasarkan laporan realisasi anggaran semester I terhadap kinerja anggaran kementerian, hingga pertengahan Tahun 2012 belum mencapai 50 persen, sebagaimana yang ditargetkan," kata Koordinator Riset Fitra, Maulana, dalam konferensi pers Catatn Akhir Tahun Anggaran 2012 di Sekretarian Nasional (Seknas) Fitra, Mampang, Jakarta Selatan.
Terakhir dia menjelaskan, dari hasil riset tersebut menunjukkan, kasus realisasi anggaran terulang seperti tahun lalu. Hanya menyerap anggaran kurang dari 20 persen, mengindikasikan kinerja kementerian yang malas.
“Kemenpera, Kemenpora, ESDM, Kemen Pembangunan Daerah Tertinggal, Kemenbudpar, Kemenkokesra. Buruknya kinerja penyerapan anggaran Kementerian ini menjadi salah satu sebab terulangnya kasus realisasi anggaran seperti tahun lalu," pungkasnya.
(maf)