Inilah persentase tolak diskriminasi
Minggu, 23 Desember 2012 - 17:06 WIB
Inilah persentase tolak diskriminasi
A
A
A
Sindonews.com – Berdasarkan hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI), masyarakat Indonesia pada umumnya sangat tidak menginginkan adanya diskriminasi terhadap golongan tertentu.
"Mayoritas publik tidak suka perilaku diskriminasi," ujar peneliti LSI Community Adjie Alfaraby saat konfrensi pers, di kantornya, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (23/12/2012).
Ia mengaku, berdasarkan hasil penelitian yang dilakuan oleh tim LSI, semua agama dan suku ingin diperlakukan sama. Untuk segmen agama sebanyak 88,84 persen dan segmen suku hanya 93,04.
“Untuk segmen lainnya, agama mayoritas yang ingin mendapatkan perlakukan istimewa mencapai 9,22 persen. Sedangkan segmen suku mayoritas mencapai 5,22 persen. Survey yang menjawab tidak tahu dalam segem agama mencapai 2,01 persen dan suku hanya 1,72 persen,” terangnya.
Adjie menambahkan, semua agama menginginkan tidak ada diskriminasi. Mereka tetap menginginkan diperlakukan sama. Terlebih penganut agama minoritas, lebih tidak setuju dengan diskriminasi,
“Apapun agama dan sukunya, menolak diskriminasi,” tegasnya.
Dari hasil survei yang dilakukan, agama Hindu 100 persen ingin diperlakukan sama. Agama katolik juga ingin diperlakukan sama dengan prosentase 94,93 persen dan 2.70 persen menginginkan warga mayoritas diperlakukan istimewa dan mengaku tidak tahu 2.36 persen.
“Agama Islam yang mayoritaspun menginginkan semua kelompok diperlakukan sama dengan prosentase 82.63 persen, hanya 9.37 persen yang berendapat, warga mayoritas harus diperlakukan istimewa dan menjawab tidak tahu 9.00 persen,” katanya.
Selain itu, penganut Protestan 100 persen menginginkan diperlakukan sama. Sementara itu, pengumpulan data Survei dimulai dari tanggal 14-17 Desember 2012, dengan metode sampling multistage random samlping. Jumlah Responden awal sebanyak 440, dengan margin eror 4.8 persen.
(stb)