Masalah hukum cermin wajah Indonesia
Sabtu, 22 Desember 2012 - 12:07 WIB
Masalah hukum cermin wajah Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Maraknya kasus-kasus hukum yang terjadi di Indonesia merupakan refleksi serta cermin wajah banga Indonesia sekarang ini. Oleh sebab itu, lembaga hukum di negeri ini membutuhkan dorongan yang kuat untuk memperbaiki itu.
Hal tersebut disampaikan oleh Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Hinca Panjaitan usai menjadi pembicara di acara Polemik SINDO Radio dengan tema 'Setahun Wajah HUkum Indonesia', di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2012).
"Wajah hukum saat ini adalah refleksi wajah negeri ini. Wajah hukum terus memberikan perhatian. Setahun ini merupakan peristiwa yang berlanjut sejak pelantikan Pak SBY tahun 2004. Kejahatan yang terjadi tidak hanya terjadi pada lembaga tapi individu untuk masyarakat. Hal ini membutuhkan energi yang kuat. Apa yang terjadi setaun ini harus didorong terus agar lebih baik," ujarnya.
Selain itu, Hinca juga mengatakan, wajah hukum Indonesia sangat erat hubungannya dengan media, dimana media bebas untuk meliput langsung proses berjalannya persidangan.
"Ruang penegakan hukum ini telah terbuka lebar dimedia. Saya kira Indonesia yang memberikan kebebasan bagi media untuk meliput langsung seperti peliputan langsung persidangan. Ruang demokrasi membuka ruang untuk menyatakan pendapat," tambahnya.
Dia mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang begitu besar seyogyanya harus selalu dikontrol untuk mencegah tindak korupsi.
"Jika melihat APBN yang begitu besar harus diantisipasi, agar tidak terjadi korupsi. Peristiwa di KPK jadi terang benderang di masyarakat. Artinya kita menyadari bahwa penegakan hukum menjadi hal yang penting," katanya.
Hal tersebut disampaikan oleh Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Hinca Panjaitan usai menjadi pembicara di acara Polemik SINDO Radio dengan tema 'Setahun Wajah HUkum Indonesia', di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2012).
"Wajah hukum saat ini adalah refleksi wajah negeri ini. Wajah hukum terus memberikan perhatian. Setahun ini merupakan peristiwa yang berlanjut sejak pelantikan Pak SBY tahun 2004. Kejahatan yang terjadi tidak hanya terjadi pada lembaga tapi individu untuk masyarakat. Hal ini membutuhkan energi yang kuat. Apa yang terjadi setaun ini harus didorong terus agar lebih baik," ujarnya.
Selain itu, Hinca juga mengatakan, wajah hukum Indonesia sangat erat hubungannya dengan media, dimana media bebas untuk meliput langsung proses berjalannya persidangan.
"Ruang penegakan hukum ini telah terbuka lebar dimedia. Saya kira Indonesia yang memberikan kebebasan bagi media untuk meliput langsung seperti peliputan langsung persidangan. Ruang demokrasi membuka ruang untuk menyatakan pendapat," tambahnya.
Dia mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang begitu besar seyogyanya harus selalu dikontrol untuk mencegah tindak korupsi.
"Jika melihat APBN yang begitu besar harus diantisipasi, agar tidak terjadi korupsi. Peristiwa di KPK jadi terang benderang di masyarakat. Artinya kita menyadari bahwa penegakan hukum menjadi hal yang penting," katanya.
(mhd)