PKS: Baju tahanan KPK jangan putih
Jum'at, 21 Desember 2012 - 16:44 WIB
PKS: Baju tahanan KPK jangan putih
A
A
A
Sindonews.com - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritisi warna baju tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Warna putih baju tahanan itu tidak cocok dipakai oleh koruptor yang sudah menyengsarakan rakyat.
"Kami mengkoreksi baju tahanan KPK, menurut kami itu layak dikritisi, karena putih melambangkan kesucian, dan kami usulkan warna hitam lambang kejahatan," usul Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid saat refleksi akhir tahun, di kompleks Senayan, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Terkait pemberantasan korupsi, mantan Presiden PKS ini mengatakan, fraksinya sangat mendukung setiap langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya pemberantasan korupsi. Melalui anggota PKS di Komisi III DPR RI, pihaknya telah mendukung upaya penguatan KPK itu.
"Bentuk dukungan itu, kita mendukung pembangunan gedung baru KPK, dan menolak revisi RUU KPK, bahkan kita mendesak untuk dicabut di Prolegnas," ujarnya.
Masyarakat juga sangat mendukung KPK. Salah satu contoh bentuk dukungan masyarakat, adalah ketika KPK dan Polri memanas, begitu besar dukungan masyarakat terhadap lembaga pimpinan Abraham Samad Cs itu.
Atas semua itu, maka KPK diharapkan bisa membalas dukungan masyarakat yang begitu besar dengan meningkatkan kinerjanya dalam memberantas korupsi. "Kami konsisten untuk mendukung KPK, dan KPK harus membalas harapan publik" pungkasnya.
"Kami mengkoreksi baju tahanan KPK, menurut kami itu layak dikritisi, karena putih melambangkan kesucian, dan kami usulkan warna hitam lambang kejahatan," usul Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid saat refleksi akhir tahun, di kompleks Senayan, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Terkait pemberantasan korupsi, mantan Presiden PKS ini mengatakan, fraksinya sangat mendukung setiap langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya pemberantasan korupsi. Melalui anggota PKS di Komisi III DPR RI, pihaknya telah mendukung upaya penguatan KPK itu.
"Bentuk dukungan itu, kita mendukung pembangunan gedung baru KPK, dan menolak revisi RUU KPK, bahkan kita mendesak untuk dicabut di Prolegnas," ujarnya.
Masyarakat juga sangat mendukung KPK. Salah satu contoh bentuk dukungan masyarakat, adalah ketika KPK dan Polri memanas, begitu besar dukungan masyarakat terhadap lembaga pimpinan Abraham Samad Cs itu.
Atas semua itu, maka KPK diharapkan bisa membalas dukungan masyarakat yang begitu besar dengan meningkatkan kinerjanya dalam memberantas korupsi. "Kami konsisten untuk mendukung KPK, dan KPK harus membalas harapan publik" pungkasnya.
(lns)