PKS desak SBY segera isi posisi Menpora
Jum'at, 21 Desember 2012 - 15:31 WIB
PKS desak SBY segera isi posisi Menpora
A
A
A
Sindonews.com - Dalam catatan akhir tahun, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan banyak catatan terhadap Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono. Salah satu yang menjadi tuntutan PKS adalah harus segera diisi pos Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
"Presiden harus segera melaksanakan, karena (Andi Alfian Mallarangeng) sudah mengundurkan dari kementrian tersebut (Menpora), yang kosong harus di isi," pinta Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid di komplek Senayan, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Hidayat menegaskan, partainya tidak akan menyodorkan nama untuk mengisi pos kementerian pemuda dan Olahraga, pasalnya ha itu sudah menjadi jatah Demokrat.
"Harus dari Demokrat sendiri, PKS tidak akan mencalonkan, seharusnya partai lain juga seperti itu (tidak mencalonkan)," katanya.
Hidayat berharap hak prerogratif presiden tidak menimbulkan kontroversi seperti kebijakan presiden dalam pemberian grasi kepada gembong Narkoba Ola yang sempat menjadi sorotan publik.
Menurutnya, harus berdasarkan data dan kinerja yang bagus jangan hanya asal pilih. "Harus berbasis data, bukan sekedar surat kaleng yang melahirkan kontrovesi," tandasnya.
Mantan Presiden PKS ini menegaskan, pihaknya siap berada di luar pemerintahan Presiden SBY. "Kami siap berada di luar dan di dalam kabinet," pungkasnya.
Seperti diketahui, Andi Alfian Mallarangeng mundur dari jabatan Menporaa setelah ditetapkan tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan sekolah olahraga nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Selain itu, mantan Juru Bicara kepresidenan SBY itu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat.
"Presiden harus segera melaksanakan, karena (Andi Alfian Mallarangeng) sudah mengundurkan dari kementrian tersebut (Menpora), yang kosong harus di isi," pinta Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid di komplek Senayan, Jakarta, Jumat (21/12/2012).
Hidayat menegaskan, partainya tidak akan menyodorkan nama untuk mengisi pos kementerian pemuda dan Olahraga, pasalnya ha itu sudah menjadi jatah Demokrat.
"Harus dari Demokrat sendiri, PKS tidak akan mencalonkan, seharusnya partai lain juga seperti itu (tidak mencalonkan)," katanya.
Hidayat berharap hak prerogratif presiden tidak menimbulkan kontroversi seperti kebijakan presiden dalam pemberian grasi kepada gembong Narkoba Ola yang sempat menjadi sorotan publik.
Menurutnya, harus berdasarkan data dan kinerja yang bagus jangan hanya asal pilih. "Harus berbasis data, bukan sekedar surat kaleng yang melahirkan kontrovesi," tandasnya.
Mantan Presiden PKS ini menegaskan, pihaknya siap berada di luar pemerintahan Presiden SBY. "Kami siap berada di luar dan di dalam kabinet," pungkasnya.
Seperti diketahui, Andi Alfian Mallarangeng mundur dari jabatan Menporaa setelah ditetapkan tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pusat pendidikan dan pelatihan sekolah olahraga nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Selain itu, mantan Juru Bicara kepresidenan SBY itu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat.
(mhd)