DPR minta publik tak apriori terhadap kunker ke LN
Selasa, 18 Desember 2012 - 21:03 WIB
DPR minta publik tak apriori terhadap kunker ke LN
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta, masyarakat tidak beranggapan yang negatif sebelum menyelidikinya terlebih dahulu terhadap kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri (LN) yang telah dilakukan oleh anggota DPR. Pasalnya, DPR sudah mulai mereformasi diri.
"Kita jangan apriori terhadap kunjungan kerja (anggota DPR)," ujar Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Menurutnya, Kunker tersebut hanya yang berkaitan dengan penyusunan undang-undang (UU). Pasalnya, selebihnya sekitar 60 persen DPR sudah tidak boleh melakukan Kunker tersebut.
Pimpinan DPR, lanjut Taufik, sudah menyepakati tiga hal terkait Kunker yang akan dilakukan DPR. Pertama sebelum melakukan Kunker, anggota DPR harus melakukan kajian melalui studi literatur terkait UU yang akan direvisi.
Kedua, agenda kunjungan anggota DPR ke luar negeri itu harus sesuai dengan format yang telah disepakati sebelum berangkat. Ketiga, DPR yang melakukan kunjungan harus menyampaikan Hasilnya kepada publik.
Ketika dikonfermasi terkait anggota DPR yang tiba-tiba berangkat apakah akan ditegur. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku, akan mendiskusikan terlebih dahulu dengan pimpinan lainnya.
"Kita bahas lagi dalam rapat pimpinan," pungkasnya.
"Kita jangan apriori terhadap kunjungan kerja (anggota DPR)," ujar Taufik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Menurutnya, Kunker tersebut hanya yang berkaitan dengan penyusunan undang-undang (UU). Pasalnya, selebihnya sekitar 60 persen DPR sudah tidak boleh melakukan Kunker tersebut.
Pimpinan DPR, lanjut Taufik, sudah menyepakati tiga hal terkait Kunker yang akan dilakukan DPR. Pertama sebelum melakukan Kunker, anggota DPR harus melakukan kajian melalui studi literatur terkait UU yang akan direvisi.
Kedua, agenda kunjungan anggota DPR ke luar negeri itu harus sesuai dengan format yang telah disepakati sebelum berangkat. Ketiga, DPR yang melakukan kunjungan harus menyampaikan Hasilnya kepada publik.
Ketika dikonfermasi terkait anggota DPR yang tiba-tiba berangkat apakah akan ditegur. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku, akan mendiskusikan terlebih dahulu dengan pimpinan lainnya.
"Kita bahas lagi dalam rapat pimpinan," pungkasnya.
(mhd)