Prabowo minta Rhoma jangan dilarang jadi capres

Selasa, 18 Desember 2012 - 12:31 WIB
Prabowo minta Rhoma...
Prabowo minta Rhoma jangan dilarang jadi capres
A A A
Sindonews.com – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto menegaskan Rhoma Irama jangan dilarang untuk maju sebagai bakal calon presiden 2014. Selain menyangkut hak politik yang sama bagi setiap warga negara, pria yang dijuluki sebagai raja dangdut itu juga termasuk salah satu publik figur.

"Siapa pun presidennya, mau bintang film mau penyanyi, silakan saja. Karena itu hak mereka dan ini bagian dari demokrasi, termasuk Rhoma Irama," katanya dalam diskusi “Masa Depan Indonesia: Tantangan 20 tahun ke Depan” dan Analisis Politik 2012: “Suara Tuhan: Suara Rakyat Versus Suara Elite” di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2012).

Namun, dakuinya, siapa yang layak untuk menjadi pemimpin bangsa ini, hanya masyarakat yang berhak menentukan. "Karena apa, nantinya akan ada ditangan rakyat apakah mereka akan memilih tokoh-tokoh ini. Itu mereka yang menentukan, dan ini demokrasi kita," tandasnya.

Pada kesempatan itu dia mengingatkan, demokrasi di Indonesia jangan sampai rusak hanya persoalan pencalonan presiden ke depan. Maka itu,selain elite, peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk menjaga demokrasi di Indonesia jangan sampai rusak.

Dia juga mengimbau, masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas, jangan menjadi pemilih yang gampang dimobilisir oleh kelompok tertentu.

"Jadi mau Pak Rhoma irama menjadi presiden pun itu tidak ada masalah. Yang terpenting demokrasi kita berjalan dengan baik dan menjadi rakyat yang cerdas tidak lagi mengatakan apa ada serangan fajar, atau uang cendol untuk memilih capres," ucapnya.

Lanjutnya, politik Indonesia saat ini kerap salah tempat dan posisi dalam etika serta moral. Termasuk kekuasaan dan uang menjadi pusat utama dalam berpolitik. " Kekuasaan dan uang menjadi episentrum berpolitik dekonstruktif yang membelokan arah politik dari tujaun bernegara," lanjutnya.
(kur)
Berita Terkait
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Sangat Sulit bagi Kaesang...
Sangat Sulit bagi Kaesang Saingi Popularitas Puan Maharani di Dapil Jateng V
Kaesang Nyaleg di Dapil...
Kaesang Nyaleg di Dapil Puan: Ujian Pengaruh Jokowi di Kandang Banteng PDIP
Herti Sastra Munthe...
Herti Sastra Munthe Siap Terapkan Hasil Bimtek Perindo di Deli Serdang
Kawal Ketat APBD, Legislator...
Kawal Ketat APBD, Legislator Partai Perindo Lombok Barat Dapat Apresiasi dari Angela Tanoesoedibjo
PBNU Minta Jaksa Agung...
PBNU Minta Jaksa Agung Tak Kendur Berantas Korupsi meski Diterpa Kasus Jampidsus
Wabup Maluku Tengah...
Wabup Maluku Tengah Sebut Bimtek Perindo Jadi Ajang Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved