Ruhut: Target selanjutnya Anas Urbaningrum
Jum'at, 14 Desember 2012 - 07:01 WIB
Ruhut: Target selanjutnya Anas Urbaningrum
A
A
A
Sindonews.com - Rupanya disingkirkannya Ruhut Sitompul dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat tidak membuatnya jera, untuk menjebloskan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum ke penjara dalam kasus dugaan korupsi pada proyek pembangunan pusat sekolah olahraga nasional di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Ruhut mengatakan, setelah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng target selanjutnya adalah Anas Urbaningrum.
"Target selanjutnya, ya Anas. Dialah yang bakal kena, dia harus dikejar. Sudah tahukan dari awal, saya bilang Anas itu bersalah. Dia (Anas) menggali lobangnya sendiri itu," tegasnya saat dihubungi Sindonews, Kamis (13/12/2012).
Walaupun Ruhut sudah didepak dari DPP partai berlambang bintang mercy itu. Ruhut tetap kader partai tersebut, bahkan dia bersih kukuh tidak akan meninggalkan partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Saya akan tetap di Demokrat. Memang PD bukan yang pertama, tapi yang terakhir buat saya. Yasudalah biasa saja, kita lihat saja besok. Biarlah, buat saya yang penting tetap Demokrat," tandas pria yang dikenal sebagai 'si Poltak raja minyak dari Medan' itu.
Diketahui, KPK telah menetapkan Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus korupsi. Pasalnya, dia diduga telah menyalahgunakanan wewenangnya sebagai kuasa pengguna anggaran di proyek bernilai Rp2,5 triliun tersebut.
Ruhut mengatakan, setelah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alfian Mallarangeng target selanjutnya adalah Anas Urbaningrum.
"Target selanjutnya, ya Anas. Dialah yang bakal kena, dia harus dikejar. Sudah tahukan dari awal, saya bilang Anas itu bersalah. Dia (Anas) menggali lobangnya sendiri itu," tegasnya saat dihubungi Sindonews, Kamis (13/12/2012).
Walaupun Ruhut sudah didepak dari DPP partai berlambang bintang mercy itu. Ruhut tetap kader partai tersebut, bahkan dia bersih kukuh tidak akan meninggalkan partai besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Saya akan tetap di Demokrat. Memang PD bukan yang pertama, tapi yang terakhir buat saya. Yasudalah biasa saja, kita lihat saja besok. Biarlah, buat saya yang penting tetap Demokrat," tandas pria yang dikenal sebagai 'si Poltak raja minyak dari Medan' itu.
Diketahui, KPK telah menetapkan Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus korupsi. Pasalnya, dia diduga telah menyalahgunakanan wewenangnya sebagai kuasa pengguna anggaran di proyek bernilai Rp2,5 triliun tersebut.
(mhd)