Politikus PPP bantah kunker DPR diam-diam
Kamis, 13 Desember 2012 - 17:26 WIB
Politikus PPP bantah kunker DPR diam-diam
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi IV DPR Romahurmuziy membantah jika kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan komisinya ke Prancis dan China dilakukan secara diam-diam.
Menurutnya studi banding yang dilakukan itu sudah dibicarakan dalam rapat yang selama ini dilakukan dan telah disetujui semua pihak.
"Tim Komisi IV melakukan kunjungan kerja ke luar negeri (LN) atas mandat konstitusional Rapat Intern tanggal 20 November 2012 yang disepakati oleh seluruh fraksi dan seluruh unsur Pimpinan Komisi IV tanpa kecuali," katanya melalui pesan singkat, Kamis (13/12/2012).
Romy biasa disapa menjelaskan, kunker tersebut sudah diprogramkan sesuai dengan program legislasi nasional (Prolegnas) yang ada.
"Kunjungan ke LN sudah diprogramkan oleh seluruh Alat Kelengkapan Dewan (AKD) utamanya Baleg dan Komisi untuk setiap penyusunan RUU. Sehingga frekuensi kunjungan kerja LN DPR, diprogramkan setidaknya sebanyak jumlah prolegnas setiap tahunnya yang dilakukan oleh AKD (alat kelengkapan dewan) terkait," ujarnya.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelaskan, biaya kunker yang dipimpinnya itu sudah ditetapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu). Dirinya juga menyesalkan kontroversi terkait kunjungan kerja yang dilakukan oleh Komisi IV yang dinilainya tanpa dasar.
"Adapun biayanya, DPR mengikuti Satuan Biaya Umum (SBU) yang ditetapkan Menkeu. Komisi IV tidak ada maksud menutupi keberangkatan, namun laporan kepada publik direncanakan disampaikan setelah hasil kunker tuntas. Namun kontroversi keburu berkepanjangan tanpa dasar, sehingga klarifikasi ini dirasa perlu disampaikan meski kunker belum tuntas," tandasnya.
Menurutnya studi banding yang dilakukan itu sudah dibicarakan dalam rapat yang selama ini dilakukan dan telah disetujui semua pihak.
"Tim Komisi IV melakukan kunjungan kerja ke luar negeri (LN) atas mandat konstitusional Rapat Intern tanggal 20 November 2012 yang disepakati oleh seluruh fraksi dan seluruh unsur Pimpinan Komisi IV tanpa kecuali," katanya melalui pesan singkat, Kamis (13/12/2012).
Romy biasa disapa menjelaskan, kunker tersebut sudah diprogramkan sesuai dengan program legislasi nasional (Prolegnas) yang ada.
"Kunjungan ke LN sudah diprogramkan oleh seluruh Alat Kelengkapan Dewan (AKD) utamanya Baleg dan Komisi untuk setiap penyusunan RUU. Sehingga frekuensi kunjungan kerja LN DPR, diprogramkan setidaknya sebanyak jumlah prolegnas setiap tahunnya yang dilakukan oleh AKD (alat kelengkapan dewan) terkait," ujarnya.
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjelaskan, biaya kunker yang dipimpinnya itu sudah ditetapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu). Dirinya juga menyesalkan kontroversi terkait kunjungan kerja yang dilakukan oleh Komisi IV yang dinilainya tanpa dasar.
"Adapun biayanya, DPR mengikuti Satuan Biaya Umum (SBU) yang ditetapkan Menkeu. Komisi IV tidak ada maksud menutupi keberangkatan, namun laporan kepada publik direncanakan disampaikan setelah hasil kunker tuntas. Namun kontroversi keburu berkepanjangan tanpa dasar, sehingga klarifikasi ini dirasa perlu disampaikan meski kunker belum tuntas," tandasnya.
(maf)