Yusril tuding SBY berupaya lindungi Andi Mallarangeng
Selasa, 11 Desember 2012 - 14:00 WIB
Yusril tuding SBY berupaya lindungi Andi Mallarangeng
A
A
A
Sindonews.com – Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra menyayangkan pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengatakan, maraknya kasus korupsi akibat pejabat negara tidak memahami anggaran negara.
Menurutnya, apa yang disampaikan SBY merupakan upaya perlindungan kepada kader Partai Demokrat yang terjerat hukum. Termasuk, bagi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng yang baru saja dijadikan tersangka dugaan kasus korupsi proyek Sport Center, Hambalang, Bogor.
"Enggak perlu Presiden ngomong gitu, dia mencari kesalahan kepada lawan politik, tapi kawan sendiri mencari perlindungan," jelas Yusril usai mengikuti diskusi nasional bertema "Upaya Menghindari Akibat Hukum Pidana Korupsi Antara Pejabat Daerah dan Pengusaha dalam Membangun Kenyamanan Berinvestasi dan Berusaha" di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Pada kesempatan itu dia menilai Undang-Undang (UU) menyangkut korupsi belum maksimal. Maka itu, Presiden seharusnya konsentrasi untuk memperbaiki hal ini, sebagai bagian dari upaya melakukan penegakan hukum.
"Harusnya Presiden perbaiki undang-undang tapi malah berbicara seperti itu. Sebaliknya sekarang dianggap menjadi isu korupsi untuk mengahantam lawan-lawan politiknya, sekarang berbalik mengahantam mereka sendiri, sehingga mereka kelihatan panik menghadapi situasi ini." katanya.
Namun demikian, mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) tidak menampik adanya beberapa pejabat negara yang tidak paham mengenai pengadaan barang dan jasa. Tapi, itu bukan alasan untuk dikasihani terhadap para pejabat yang tersandung perkara korupsi akibat tidak paham soal anggaran negara.
"Jadi sinyalemen Presiden memang itu ada benarnya juga pada satu sisi, kadang-kadang ketidakpahaman pejabat di daerah itu dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa, sehingga mereka jadi tersangka korupsi," tukasnya.
Menurutnya, apa yang disampaikan SBY merupakan upaya perlindungan kepada kader Partai Demokrat yang terjerat hukum. Termasuk, bagi mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng yang baru saja dijadikan tersangka dugaan kasus korupsi proyek Sport Center, Hambalang, Bogor.
"Enggak perlu Presiden ngomong gitu, dia mencari kesalahan kepada lawan politik, tapi kawan sendiri mencari perlindungan," jelas Yusril usai mengikuti diskusi nasional bertema "Upaya Menghindari Akibat Hukum Pidana Korupsi Antara Pejabat Daerah dan Pengusaha dalam Membangun Kenyamanan Berinvestasi dan Berusaha" di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Selasa (11/12/2012).
Pada kesempatan itu dia menilai Undang-Undang (UU) menyangkut korupsi belum maksimal. Maka itu, Presiden seharusnya konsentrasi untuk memperbaiki hal ini, sebagai bagian dari upaya melakukan penegakan hukum.
"Harusnya Presiden perbaiki undang-undang tapi malah berbicara seperti itu. Sebaliknya sekarang dianggap menjadi isu korupsi untuk mengahantam lawan-lawan politiknya, sekarang berbalik mengahantam mereka sendiri, sehingga mereka kelihatan panik menghadapi situasi ini." katanya.
Namun demikian, mantan Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) tidak menampik adanya beberapa pejabat negara yang tidak paham mengenai pengadaan barang dan jasa. Tapi, itu bukan alasan untuk dikasihani terhadap para pejabat yang tersandung perkara korupsi akibat tidak paham soal anggaran negara.
"Jadi sinyalemen Presiden memang itu ada benarnya juga pada satu sisi, kadang-kadang ketidakpahaman pejabat di daerah itu dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa, sehingga mereka jadi tersangka korupsi," tukasnya.
(kur)