DPR kecewa kualitas e-KTP buruk
Senin, 10 Desember 2012 - 22:46 WIB
DPR kecewa kualitas e-KTP buruk
A
A
A
Sindonews.com - Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang sepertinya tidak memakai smart card dipertanyakan. Bentuk fisik e-KTP juga dinilai tidak sesuai dengan apa yang dipaparkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke DPR.
"Dulu saat presentasi ke DPR sangat sempurna, tapi jadinya kok seperti ini. E-KTP hanya berubah benda dari bahan kertas ke plastik, itu saja," ujar Anggota Komisi II DPR Nurul Arifin, kepada wartwan, di Jakarta, Senin (10/12/2012).
Menurut Nurul, pihak pemerintah saat mempresentasikan e-KTP mengatakan, dalam kartu tersebut ada chip, barcode atau penanda lainnya yang memperlihatkan ada data-data yang disimpan di dalamnya. Karena presentasi memukau itu, kata dia, DPR akhirnya sangat setuju dan sepakat dengan anggaran yang diminta.
"Tapi kenyataannya kok beda banget. Kartu yang telah dibagikan ke masyarakat ini memang berbeda dengan apa yang pernah dipaparkan ke DPR yang menggunakan chip,” ungkapnya.
Politikus Partai Golkar ini mengaku kecewa karena selama ini rajin menyampaikan kepada publik akan adanya sistem e-KTP yang canggih. Akibatnya, banyak masyarakat yang bertanya balik kepadanya kenapa e-KTP hanya sebatas kartu biasa.
"Proyek ini anggarannya besar lho, triliunan. Tapi kok seperti kartu biasa. Jauh dari apa dipaparkan akan seperti kartu kredit. Padahal kami di DPR mendorong program e-KTP itu sebagai kartu multi fungsi dengan biaya mahal. Tapi ya ampun... Seperti ini jadinya," terangnya.
"Kalau tahu begini, buat apa anggaran besar kita setujui. Sekarang kami akan tagih janji Mendagri sesuai apa yang sudah dipaparkan mereka tentang desain e-KTP.” tegasnya
"Dulu saat presentasi ke DPR sangat sempurna, tapi jadinya kok seperti ini. E-KTP hanya berubah benda dari bahan kertas ke plastik, itu saja," ujar Anggota Komisi II DPR Nurul Arifin, kepada wartwan, di Jakarta, Senin (10/12/2012).
Menurut Nurul, pihak pemerintah saat mempresentasikan e-KTP mengatakan, dalam kartu tersebut ada chip, barcode atau penanda lainnya yang memperlihatkan ada data-data yang disimpan di dalamnya. Karena presentasi memukau itu, kata dia, DPR akhirnya sangat setuju dan sepakat dengan anggaran yang diminta.
"Tapi kenyataannya kok beda banget. Kartu yang telah dibagikan ke masyarakat ini memang berbeda dengan apa yang pernah dipaparkan ke DPR yang menggunakan chip,” ungkapnya.
Politikus Partai Golkar ini mengaku kecewa karena selama ini rajin menyampaikan kepada publik akan adanya sistem e-KTP yang canggih. Akibatnya, banyak masyarakat yang bertanya balik kepadanya kenapa e-KTP hanya sebatas kartu biasa.
"Proyek ini anggarannya besar lho, triliunan. Tapi kok seperti kartu biasa. Jauh dari apa dipaparkan akan seperti kartu kredit. Padahal kami di DPR mendorong program e-KTP itu sebagai kartu multi fungsi dengan biaya mahal. Tapi ya ampun... Seperti ini jadinya," terangnya.
"Kalau tahu begini, buat apa anggaran besar kita setujui. Sekarang kami akan tagih janji Mendagri sesuai apa yang sudah dipaparkan mereka tentang desain e-KTP.” tegasnya
(rsa)