Jadi budaya laten, sejumlah lembaga kampanye anti korupsi
Minggu, 09 Desember 2012 - 10:18 WIB
Jadi budaya laten, sejumlah lembaga kampanye anti korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar acara puncak hari anti korupsi internasional dengan menggelar acara fun bike.
Acara ini adalah campaign Statement dan penggalangan tekad “Berani Jujur Hebat!” oleh KPK, Polri, Kejagung, Kemkominfo, KemenhukHAM, Kemenpan RB, Kemendikbud, BPK, PPATK, Bappenas, Setwapres, ORI, UNODC, ICW, TII, EITI, GIZ, Representative German Embassy, Norway, EU Dari KPK.
Acara ini juga dihadiri oleh pejabat penting dari berbagai lembaga penindak hukum dalam memerangi korupsi. Adapun pejabat yang hadir diantaranya yaitu Pimpinan KPK Abraham Samad, Gubernur DKI Jakarta Jokowi, Menkominfo Tifatul sembiring, Menkum HAM Amir Syamsudin, Kabareskrim Komjen Sutarman, Jampidsus Andi Nirwanto, Aktivis anti Korupsi Cicak Faisal Basri, Jaksa Agung Basri Syarif dan lainnya.
Abraham Samad sebagai pemimpin lembaga anti korupsi nomor satu di Indonesia ini menyatakan korupsi adalah kebudayaan yang tersembunyi, tidak terlihat sehingga sulit dilacak. Maka dari itu diperlukan kerja sama untuk memberantas kejahatan ini.
"Korupsi adalah budaya laten, kita harus tetap waspadai. Kita harus saling bantu, KPK harus tetap berjalan utk membantu pemberantasan korupsi," ujar Abraham, di Balai Kota, Jakarta, Minggu (9/12/2012).
Selain itu, Polri juga mendukung keberlangsungannya acara ini. Menurutnya, korupsi adalah kejahatan yang sangat luar biasa sehingga diperlukan kerjasama yang baik untuk memberantas ini.
"Komitmen kita bersama, korupsi adalah kejahatan yang luar biasa. Kita bersama stakeholder, kita disini bersama-sama memberantas korupsi," ujar Komjen Sutarman, di Monas, Jakarta.
Dalam acara ini, ada pendeklarasian bersama dalam memberantas korupsi. Dengan dipandu mc yang menyerukan 'Indonesia?' Dan para pejabat wajib menjawab 'Berani, Jujur, Hebat'.
Acara ini adalah campaign Statement dan penggalangan tekad “Berani Jujur Hebat!” oleh KPK, Polri, Kejagung, Kemkominfo, KemenhukHAM, Kemenpan RB, Kemendikbud, BPK, PPATK, Bappenas, Setwapres, ORI, UNODC, ICW, TII, EITI, GIZ, Representative German Embassy, Norway, EU Dari KPK.
Acara ini juga dihadiri oleh pejabat penting dari berbagai lembaga penindak hukum dalam memerangi korupsi. Adapun pejabat yang hadir diantaranya yaitu Pimpinan KPK Abraham Samad, Gubernur DKI Jakarta Jokowi, Menkominfo Tifatul sembiring, Menkum HAM Amir Syamsudin, Kabareskrim Komjen Sutarman, Jampidsus Andi Nirwanto, Aktivis anti Korupsi Cicak Faisal Basri, Jaksa Agung Basri Syarif dan lainnya.
Abraham Samad sebagai pemimpin lembaga anti korupsi nomor satu di Indonesia ini menyatakan korupsi adalah kebudayaan yang tersembunyi, tidak terlihat sehingga sulit dilacak. Maka dari itu diperlukan kerja sama untuk memberantas kejahatan ini.
"Korupsi adalah budaya laten, kita harus tetap waspadai. Kita harus saling bantu, KPK harus tetap berjalan utk membantu pemberantasan korupsi," ujar Abraham, di Balai Kota, Jakarta, Minggu (9/12/2012).
Selain itu, Polri juga mendukung keberlangsungannya acara ini. Menurutnya, korupsi adalah kejahatan yang sangat luar biasa sehingga diperlukan kerjasama yang baik untuk memberantas ini.
"Komitmen kita bersama, korupsi adalah kejahatan yang luar biasa. Kita bersama stakeholder, kita disini bersama-sama memberantas korupsi," ujar Komjen Sutarman, di Monas, Jakarta.
Dalam acara ini, ada pendeklarasian bersama dalam memberantas korupsi. Dengan dipandu mc yang menyerukan 'Indonesia?' Dan para pejabat wajib menjawab 'Berani, Jujur, Hebat'.
(rsa)