KPK ketemu SBY, tak spesifik bahas Andi
Jum'at, 07 Desember 2012 - 17:54 WIB
KPK ketemu SBY, tak spesifik bahas Andi
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) siang tadi, tidak secara khusus membahas terkait pencekalan dan status tersangka kepada Andi Mallarangeng.
"Secara eksplisit kami tidak bicarakan itu, kita tidak membicarakan secara eksplisit kasus per kasus," kata Abraham Samad di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2012).
Abraham menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai strategi besar untuk memberantas korupsi, karena tindak pidana korupsi saat ini dinilai sudah begitu masif.
"Oleh karena itu kita harus punya satu metode yang komprehensif agar korupsi yang masif bisa diberantas," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, SBY mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh KPK dalam rangka pemberantasan dan pencegahan korupsi. Hal itu termasuk dalam kasus pembangunan sport centre Hambalang yang menjerat Andi.
"Pada intinya Presiden SBY mendukung upaya penuh KPK untuk pemberantasan korupsi dan pencegahan korupsi di negeri kita, termasuk kasus Hambalang," ungkapnya.
"Secara eksplisit kami tidak bicarakan itu, kita tidak membicarakan secara eksplisit kasus per kasus," kata Abraham Samad di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2012).
Abraham menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai strategi besar untuk memberantas korupsi, karena tindak pidana korupsi saat ini dinilai sudah begitu masif.
"Oleh karena itu kita harus punya satu metode yang komprehensif agar korupsi yang masif bisa diberantas," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, SBY mendukung penuh upaya yang dilakukan oleh KPK dalam rangka pemberantasan dan pencegahan korupsi. Hal itu termasuk dalam kasus pembangunan sport centre Hambalang yang menjerat Andi.
"Pada intinya Presiden SBY mendukung upaya penuh KPK untuk pemberantasan korupsi dan pencegahan korupsi di negeri kita, termasuk kasus Hambalang," ungkapnya.
(maf)