Sekali lagi, Partai Demokrat ditampar

Jum'at, 07 Desember 2012 - 08:28 WIB
Sekali lagi, Partai...
Sekali lagi, Partai Demokrat ditampar
A A A
Sindonews.com - Ditetapkannya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarengeng (AM) menjadi tersangka kasus korupsi proyek anggaran pembangunan sport centre di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, menjadi tamparan keras bagi Partai Demokrat (PD) yang tengah berkuasa.

"Ya, tentu sebagai konsekuensi ini untuk kesekian kalinya akan menjadi tamparan keras untuk Demokrat. Karena, bagaimanapun AM pernah menjadi orang dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan elite PD," ujar pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, melalui BlackBerry Mesengger (BBM), Jumat (7/12/2012).

Ditambahkan dia, SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat memiliki tanggung jawab dan beban mental yang sangat besar dengan terlibatnya Andi dalam kasus itu. Sekaranglah, waktu yang tepat bagi SBY untuk membuktikan ucapannya di garda depan pemberantasan korupsi.

"Untuk SBY, ini akan menjadi tantangan nyata untuk membuktikan ucapannya yang akan memimpin upaya pemberantasan korupsi," terangnya.

Sebaliknya, jika dalam perjalanannya, SBY diam, dan tak mendorong penuntasan kasus ini, maka masyarakat akan mencap Demokrat sebagai sarang koruptor. "Demokrat sebaiknya memang mendorong penegakkan hukum ini, jika tak ingin dicap sebagai bunker koruptor," tukasnya.

Sementara itu, politikus Partai Demokrat Sutan Bhatoegana mengartikan badai yang masih mendera partainya saat ini sebagai cobaan yang diberikan Tuhan agar partai terus berbenah, dan menjadi lebih baik lagi. "Itu tandanya Allah sayang kepada PD, agar kedepan bisa lebih baik lagi," terangnya terpisah, saat dihubungi melalui BBM.

Lebih lanjut, Sutan berharap, kasus yang menjerat Andi dapat menjadi perhatin para petinggi partai agar lebih selektif dalam mengisi kursi-kursi petinggi partai.

"Intropeksi diri agar para petinggi PD kedepan, agar lebih selektif dalam mengisi kursi-kursi petinggi PD. Ada yang salah posisi untuk orang yang tepat, dan ada posisi yang pas, tapi di isi orang yang kurang pas," tukasnya.
(san)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Soal Siap Digantung...
Soal Siap Digantung di Monas, Anas: Lahir Batin Saya Tidak Melakukan yang Dituduhkan Itu
Berita Terkini
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Sidang Eksepsi Dokter...
Sidang Eksepsi Dokter Tifa: Kami Tak Pernah Minta Jokowi Dihukum, Hanya Minta Ijazah Dibuktikan
Polri Ultimatum Pihak...
Polri Ultimatum Pihak yang Halangi Pengusutan 3 Kasus Korupsi
Penampakan Koper Berisi...
Penampakan Koper Berisi Emas Disita Polisi usai Geledah Rumah di Bogor
Infografis
Rp708 Juta per Jam,...
Rp708 Juta per Jam, Biaya Operasional F-35 Israel Sekali Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved