Hebat, KPK berani jerat putra mahkota SBY
Jum'at, 07 Desember 2012 - 02:42 WIB
Hebat, KPK berani jerat putra mahkota SBY
A
A
A
Sindonews.com - Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berani menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus korupsi proyek anggaran pembangunan sport centre di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, patut dicungkan jempol.
"Kita dikejutkan oleh berita baru. KPK telah tersangka-kan Andi Mallarangeng. Kalau berita itu benar Andi sudah tersangka kita patut beri ancungan jempol," ujar anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo dalam pesan singkatnya, Kamis (6/12/2012).
Politikus Partai Golkar ini mengatakan, dengan ditetapkanya Andi menjadi tersangka, maka menjadi kesempatan bagi KPK untuk menuntaskan kasus Hambalang hingga ke akar-akarnya.
"Dan mengusut kemana-kemana saja dana jarahan itu mengalir. KPK harus segera ungkap, apakah ini kejahatan korporasi atau individu. Kalau melihat fakta-fakta yang sudah terungkap dipublik, ini adalah kejahatan korporasi. Terencana, terstruktur dan rapi," papar Bambang.
Bambang mengakui, banyak perubahan drastis yang dilakukan oleh KPK di bawah kepemimpinan Abraham Samad. Tak hanya berani menetapkan seorang menteri menjadi tersangka, namun juga meningkatkan status kasus Century ke tingkat penyidikan.
"Jujur, saya angkat topi dan salut pada kepemimpinan Abraham ini. Century naik ke penyidikan, Hambalang sudah ada yang tersangka petinggi partai, dan menteri aktif. Ini baru dalam sejarah KPK," tuturnya.
"Kita tetap memberikan apresiasi kepada KPK. Karena, siapapun tahu Andi Mallarangeng adalah putra mahkota Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang gagal jadi ketua umum Partai Demokrat," tambahnya.
"Kita dikejutkan oleh berita baru. KPK telah tersangka-kan Andi Mallarangeng. Kalau berita itu benar Andi sudah tersangka kita patut beri ancungan jempol," ujar anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo dalam pesan singkatnya, Kamis (6/12/2012).
Politikus Partai Golkar ini mengatakan, dengan ditetapkanya Andi menjadi tersangka, maka menjadi kesempatan bagi KPK untuk menuntaskan kasus Hambalang hingga ke akar-akarnya.
"Dan mengusut kemana-kemana saja dana jarahan itu mengalir. KPK harus segera ungkap, apakah ini kejahatan korporasi atau individu. Kalau melihat fakta-fakta yang sudah terungkap dipublik, ini adalah kejahatan korporasi. Terencana, terstruktur dan rapi," papar Bambang.
Bambang mengakui, banyak perubahan drastis yang dilakukan oleh KPK di bawah kepemimpinan Abraham Samad. Tak hanya berani menetapkan seorang menteri menjadi tersangka, namun juga meningkatkan status kasus Century ke tingkat penyidikan.
"Jujur, saya angkat topi dan salut pada kepemimpinan Abraham ini. Century naik ke penyidikan, Hambalang sudah ada yang tersangka petinggi partai, dan menteri aktif. Ini baru dalam sejarah KPK," tuturnya.
"Kita tetap memberikan apresiasi kepada KPK. Karena, siapapun tahu Andi Mallarangeng adalah putra mahkota Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang gagal jadi ketua umum Partai Demokrat," tambahnya.
(san)