185 juta penduduk akan ikuti Pemilu 2014
Kamis, 06 Desember 2012 - 16:31 WIB
185 juta penduduk akan ikuti Pemilu 2014
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi memprediksi 185 juta penduduk Indonesia akan mengikuti pemilihan umum (Pemilu) 2014 mendatang.
Hal itu disampaikannya usai menyerahkan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Saya perkirakan dan yang diberikan ke KPU 185 juta pemilih, tapi nanti akan kita bersihkan. Mudah-mudahan dalam waktu dua bulan KPU bisa mensahkan. Ini dari total 248 juta penduduk," jelas Gamawan, di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2012).
Meski begitu, menurut Gamawan, data tersebut belum valid. Hal itu dikarenakan tingkat mobilitas penduduk Indonesia yang dinilai masih tinggi.
Sementara itu, Ketua KPU Husni Kamil Manik mengungkapkan penyerahan data DAK2 itu lebih cepat dari yang telah dijadwalkan sebelumnya.
"Kita bersyukur karena penyerahan lebih cepat tiga hari, yang mana sesuai undang-undang harus 16 bulan dari pemilihan. Atas kerja keras jajaran di Kemendagri yang dipimpin Mendagri kami ucapkan terima kasih," jelasnya.
Husni berharap, data yang diterima KPU merupakan data yang dapat dipercaya, karena jika hal itu benar maka akan mempermudah kinerja KPU.
"Jadi data ini valid, jika di awal sudah valid, pengelolaan data di KPU akan lebih valid, kami hanya akan bekerja untuk memastikan itu saja," tukasnya.
Hal itu disampaikannya usai menyerahkan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Saya perkirakan dan yang diberikan ke KPU 185 juta pemilih, tapi nanti akan kita bersihkan. Mudah-mudahan dalam waktu dua bulan KPU bisa mensahkan. Ini dari total 248 juta penduduk," jelas Gamawan, di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2012).
Meski begitu, menurut Gamawan, data tersebut belum valid. Hal itu dikarenakan tingkat mobilitas penduduk Indonesia yang dinilai masih tinggi.
Sementara itu, Ketua KPU Husni Kamil Manik mengungkapkan penyerahan data DAK2 itu lebih cepat dari yang telah dijadwalkan sebelumnya.
"Kita bersyukur karena penyerahan lebih cepat tiga hari, yang mana sesuai undang-undang harus 16 bulan dari pemilihan. Atas kerja keras jajaran di Kemendagri yang dipimpin Mendagri kami ucapkan terima kasih," jelasnya.
Husni berharap, data yang diterima KPU merupakan data yang dapat dipercaya, karena jika hal itu benar maka akan mempermudah kinerja KPU.
"Jadi data ini valid, jika di awal sudah valid, pengelolaan data di KPU akan lebih valid, kami hanya akan bekerja untuk memastikan itu saja," tukasnya.
(rsa)